news

Kesuksesan Desa BRI Lian Ketapanrame Jadi Contoh Kolaborator Lain dalam Pemberdayaan Desa

Sabtu, 18 Januari 2025 | 13:06 WIB
Menko Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar mengunjungi Desa BRILiaN Ketapanrame, yang merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi desa.. (BRI)

PejuangKantoran.com - Program pemberdayaan Desa BRILiaN merupakan wujud komitmen BRI sebagai agent of development yang terus mendukung upaya pemberdayaan desa di seluruh Indonesia.

Program ini menjadi salah satu bagian dari integrasi aktivitas pemberdayaan seperti hyperlocal ecosystem yang akan membentuk suatu ekosistem konsolidasi mikro.

“Desa BRILiaN mengembangkan 4 (empat) aspek yang terdapat dalam sebuah desa. Pertama, BUMDes sebagai motor ekonomi desa," ujar Direktur Utama BRI Sunarso, saat mengunjungi langsung Desa BRILiaN Ketapanrame di Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Kamis (16/1/2025).

Baca Juga: Komit pada Praktik Sustainable Finance, BRI Menjadi Satu-Satunya BUMN Penerbit Obligasi Hijau di Tahun 2024

Kedua, digitalisasi yang merupakan implementasi produk dan aktivitas digital di desa."

"Ketiga, sustainability yang mencerminkan desa tangguh serta secara berkesinambungan melakukan pembangunan. Keempat, innovation yaitu kreatif dalam menciptakan inovasi”, ungkapnya.

Program yang dimulai sejak tahun 2020 ini tercatat telah memberdayakan 4.327 desa yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Direplikasi oleh desa dan kolaborator lain

Dalam kunjungan kerja tersebut Sunarso didampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo.

Sinergi dan kolaborasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga BUMN dan swasta adalah kunci keberhasilan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk naik kelas dalam ekosistem yang saling mendukung dan berkelanjutan.

“Desa BRI Lian Ketapanrame yang dibina oleh BRI adalah salah satu contoh program bahwa inkubasi desa bisa direplikasi oleh desa dan kolaborator lain," ujar Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.

Baca Juga: Penuhi Kewajiban sebagai BUMN, BRI Setorkan Dividen Interim Rp10,88 Triliun Ke Negara

"Bukan hanya soal kolaborator, kunci pemberdayaan adalah keterlibatan aktif dari masyarakat berupa ketekunan mengikuti pelatihan dan pendampingan.

"Maka dari itu, saya amat mengapresiasi masyarakat yang semangat mengikuti setiap bentuk program,” tambahnya.

Dalam program ini, dilakukan pula penguatan ekosistem ekonomi desa yang didukung dengan program penguatan kelompok-kelompok (Klaster) usaha mikro dengan nama Klasterkuhidupku.

Halaman:

Tags

Terkini