Sensasi Pedasnya Bikin Ketagihan, tapi Kebanyakan Makan Seblak Bisa Bikin Anemia

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 18 Januari 2025 | 08:59 WIB
Meskipun pedasnya bikin nagih, kebanyakan seblak ternyata bisa menyebabkan anemia. (Sajian Sedap)
Meskipun pedasnya bikin nagih, kebanyakan seblak ternyata bisa menyebabkan anemia. (Sajian Sedap)

PejuangKantoran.com – Beberapa tahun terakhir, jajanan seperti seblak semakin populer di seluruh Indonesia. Bisa jadi, ketenaran seblak adalah karena seringnya makanan ini di-review oleh food blogger melalui media sosial.

Makanan khas Sunda ini pun semakin mudah ditemukan di berbagai kedai makanan. Pada dasarnya, sepiring seblak terdiri atas mi, telur, tomat, dan kerupuk aci yang direbus bersama kuah dan bumbu-bumbu seperti bawang merah dan bawang putih, kencur, dan air asam jawa.

Isian dan topping seblak ini membuat variasi seblak pun makin banyak. Bahkan setiap kedai makanan punya varian khusus yang membedakannya dari kedai makanan lain, dari seblak sosis, seblak mozzarella, seblak kikil, hingga seblak sei sapi.

Baca Juga: Film Sebelum 7 Hari Mengangkat Kisah Arwah Nenek yang Gentayangan dengan Eskalasi Ketegangan Bertahap

Namun sebenarnya seblak merupakan makanan yang rendah akan zat besi, yang banyak ditemukan di daging merah, hati, atau sayuran hijau.

Zat besi membantu tubuh untuk memproduksi hemoglobin yang ada di sel darah merah dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Meski dalam semangkuk seblak juga terdapat sayuran, tapi zat besi dalam seblak tidak sebanyak kalau mengonsumsi olahan sayur asli. Asupan garam dalam makanan ini juga makin mengganggu penyerapan zat besi ke dalam tubuh.

Belum lagi sensasi pedas dari kuah seblak. Meskipun menjadi salah satu daya tarik makanan satu ini, tetapi banyaknya cabai memungkinkan untuk menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan.

Kasus anemia di Kabupaten Karawang

Sayangnya, sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik hasilnya. Hasil skrining kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menunjukkan, di wilayah tersebut ada ribuan remaja putri yang mengalami anemia.

Baca Juga: Elon Musk Dikabarkan Bakal Membeli TikTok Amerika dengan Harga yang Sama dengan Twitter

Penyebab anemia ini berasal dari pola makan yang tidak sehat karena tidak memperhatikan zat gizi yang terkandung di dalamnya.

Menurut Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Karawang, dr. Nurmala Hasanah, salah satunya karena kebiasaan makan seblak.

“Mereka lebih suka jajan daripada mengonsumsi makanan bergizi. Sering mengonsumsi mie bakso dan seblak, ditambah menstruasi yang terlalu banyak menyebabkan kekurangan asupan nutrisi dan serat,” kata dr. Nurmala kepada media pada Rabu (15/1/2025).

Pada tahun 2024, Dinas Kesehatan Karawang melakukan skrining pemeriksaan kesehatan kepada 33.106 remaja putri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X