Membuat pekerja lebih mandiri
Faktor pendukung lain yang membuat budaya kerja di Denmark ideal adalah menekankan tanggung jawab dan kemandirian.
Contohnya di Tivoli Gardens, sebuah taman hiburan di Kopenhagen. Di sana staf diberikan kebebasan untuk mengambil keputusan dalam radius tiga meter di sekitar mereka.
Baca Juga: Tak Sekadar Hobi Biasa, Ini 3 Jenis Hobi yang Menurut Psikolog Baik untuk Perkembangan Diri
Pendekatan tersebut membuat seluruh pekerja merasa dihargai sekaligus memiliki kontrol atas tugas mereka.
Pekerja di Denmark juga memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan jam kerja mereka dengan kebutuhan pribadi, seperti menjemput anak dari sekolah.
Hal ini berbeda dengan beberapa perusahaan di negara lain yang mengharapkan karyawan selalu siap bekerja bahkan di akhir pekan.
Itulah yang membuat budaya kerja di Denmark lebih menekankan pada keseimbangan.
Tetap memiliki kelemahan
Meski sangat bagus, sistem ini juga memiliki kelemahan. Misalnya saja kurangnya dorongan untuk mengambil risiko atau memulai usaha baru.
Sistem ini membuat beberapa orang mungkin menjadi terlalu nyaman dengan fasilitas sosial yang disediakan oleh pemerintah.
Baca Juga: 3 Cara Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain, Lebih Baik Fokus pada Kesuksesan Diri Sendiri!
Meski begitu, kebijakan ini tetap memberikan rasa aman bagi warga Denmark, bahkan saat mereka kehilangan pekerjaan.
Perusahaan di berbagai negara mulai menerapkan kebijakan serupa, seperti cuti berbayar tanpa batas dan program kesejahteraan lainnya.
Salah satu alasan utamanya adalah karena work-life balance yang baik tidak hanya bermanfaat bagi individu untuk merasa dihargai dan lebih produktif, tetapi juga mendorong inovasi serta keberlanjutan di dunia kerja. (Elga Windasari)