PejuangKantoran.com - Perusahaan rintisan asal China, DeepSeek, yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI), baru-baru ini mengejutkan pasar saham Amerika Serikat (AS) dengan pencapaian luar biasa.
Aplikasi mereka berhasil melampaui ChatGPT, sebuah produk AI milik OpenAI yang populer asal AS, dengan menduduki posisi teratas di App Store AS.
DeepSeek tercatat memperoleh lebih dari 2 juta unduhan, sebuah prestasi yang semakin mengukuhkan kehadirannya dalam persaingan ketat di dunia teknologi.
Baca Juga: 10 Rute Penerbangan Domestik Terpadat di Asia Tenggara, Paling Banyak Ada di Indonesia!
DeepSeek didukung oleh model AI terbarunya, DeepSeek-V3, yang memanfaatkan chip Nvidia H800. Model ini diproduksi dengan biaya pengembangan yang terbilang sangat efisien, kurang dari 6 juta dolar AS (sekitar Rp97,3 miliar).
Keunggulan biaya ini menjadi salah satu faktor utama yang menarik perhatian dunia internasional, terutama karena biaya pengembangan model DeepSeek-R1 yang dirilis pada Januari 2025 disebutkan jauh lebih murah dibandingkan dengan model AI ChatGPT milik OpenAI.
Menurut klaim DeepSeek, biaya pengembangan DeepSeek-R1 mencapai hanya 1/20 dari biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan ChatGPT.
Namun, bukan hanya biaya yang membuat DeepSeek menonjol. Kecanggihan teknologi yang ditawarkan oleh kedua model AI-nya, DeepSeek-V3 dan DeepSeek-R1, tak kalah canggih dari produk-produk AI terkemuka lainnya, termasuk ChatGPT dari OpenAI dan AI milik Meta.
Baca Juga: Manfaat Jalan Kaki Sebagai Aktivitas Fisik Paling Mudah Namun Efektif dalam Menurunkan Berat Badan
Para eksekutif dari Silicon Valley dan ahli teknologi AS telah memberikan apresiasi terhadap kinerja kedua model tersebut, yang dianggap setara dengan produk-produk AI dari perusahaan teknologi besar AS.
Dengan biaya yang lebih rendah namun tetap mengedepankan kecanggihan teknologi, DeepSeek kini menjadi sorotan utama di industri kecerdasan buatan global.
Langkah mereka dalam memberikan solusi AI yang lebih terjangkau sekaligus efektif memberikan dampak signifikan, terutama dalam hal persaingan ketat yang kini semakin memanas antara perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka di dunia.