news

Peraih Nobel Ekonomi Paul Romer sebut UMKM Butuh Ekosistem Kuat, dan Ini Sejalan Dengan Inisiatif BRI

Minggu, 2 Februari 2025 | 16:05 WIB
Paul Romer menyebutkan bahwa kebijakan terkait UMKM adalah kecenderungan terlalu berfokus hanya pada bantuan keuangan tanpa mempertimbangkan skala usaha dan integrasi ekonomi. (Freepik)

Pejuangkantoran.com – Seperti kita tahu, Peran UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Indonesia sangat penting dalam perekonomian negara. 

Sektor ini berperan dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Keberhasilan UMKM sangat dipengaruhi oleh bagaimana UMKM dapat tumbuh dalam ekosistem yang memungkinkan skala usahanya meningkat dan terintegrasi dengan sektor ekonomi lainnya terjadi secara efektif.

Hal ini disoroti oleh Paul Michael Romer dalam gelaran BRI Microfinance Outlook 2025 yang berlangsung di Nusantara Hall ICE BSD (30/1).

Ekonom yang juga Profesor Ekonomi Universitas di Boston College ini menyebutkan bahwa tantangan utama dalam kebijakan terkait UMKM adalah kecenderungan terlalu berfokus hanya pada bantuan keuangan tanpa mempertimbangkan skala usaha dan integrasi ekonomi.

“Jika ingin serius membantu banyak usaha kecil berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar di Indonesia, maka yang terbaik yang bisa dilakukan adalah menciptakan tempat-tempat di mana usaha kecil ini dapat berkembang dan berhasil,” ujar mantan Kepala Ekonom Bank Dunia dan penerima Penghargaan Nobel Ekonomi Memorial 2018 ini.

 Baca Juga: Konser Gratis Bernadya, Juicy Luicy, hingga Sal Priadi Hibur Ribuan Penonton di BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Program Inkubasi dan Empat Pilar

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memiliki inisiatif strategis dalam membangun ekosistem ekonomi desa melalui program unggulan Desa BRILiaN.

Program inkubasi ini berfokus pada pengembangan desa melalui empat pilar utama, yaitu penguatan BUMDes, digitalisasi, inovasi, dan keberlanjutan.

Hingga akhir tahun 2024, BRI telah membina 4.327 desa BRILiaN di seluruh Indonesia. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan 3.178 desa pada tahun sebelumnya.

Desa BRILiaN merupakan wujud komitmen BRI sebagai agent of development yang terus mendukung upaya pemberdayaan desa di seluruh Indonesia.

Program menjadi salah satu bagian dari integrasi aktivitas pemberdayaan seperti hyperlocal ecosystem yang akan membentuk suatu ekosistem konsolidasi mikro.

Dalam program ini, dilakukan pula penguatan ekosistem ekonomi desa yang didukung dengan program penguatan kelompok-kelompok (Klaster) usaha mikro melalui Klasterkuhidupku.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro melalui pelatihan usaha serta pemberian bantuan sarana dan prasarana yang diberikan secara selektif.

Halaman:

Tags

Terkini