news

BRI Microfinance Outlook 2025: Fokus pada Pemberdayaan UMKM melalui Digitalisasi

Senin, 3 Februari 2025 | 17:43 WIB
BRI Microfinance Outlook 2025. (Dok BRI)

PejuangKantoran.com - BRI terus mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia dengan berbagai inisiatif strategis, termasuk digitalisasi, inklusi keuangan, dan pemberdayaan berbasis ekosistem.

Pada acara BRI Microfinance Outlook 2025 yang diadakan bersama dengan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di ICE BSD pada 30 Januari, Albert Francis Park, Chief Economist dari Asian Development Bank (ADB), menekankan bahwa UMKM membutuhkan lebih dari sekadar akses kredit. Digitalisasi usaha menjadi kunci untuk mengembangkan UMKM secara berkelanjutan.

Menurut Park, digitalisasi memegang peranan penting dalam membantu UMKM mengatasi hambatan modal dan akses pasar. Dengan memanfaatkan teknologi, usaha kecil dapat menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa harus bergantung pada toko fisik, bahkan hingga pasar internasional. Platform digital juga memungkinkan UMKM untuk mengelola usaha dengan lebih efisien, meningkatkan pengelolaan bisnis, dan mendorong inovasi.

Baca Juga: 8 Pertanyaan Terkait Kepribadian yang Umum Dijumpai Saat Wawancara Kerja dan Contoh Jawabannya

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital untuk UMKM, BRI terus mengembangkan berbagai platform berbasis teknologi. Salah satunya adalah BRI LinkUMKM, sebuah platform online yang telah digunakan oleh 8,9 juta pengguna di seluruh Indonesia, yang bertujuan membantu UMKM naik kelas melalui berbagai program pemberdayaan.

Selain itu, BRI juga mengelola 54 Rumah BUMN yang berfungsi sebagai pusat kolaborasi BUMN dalam mendukung UMKM dan mengembangkan Digital Economy Ecosystem di berbagai daerah. BRI juga memiliki platform PARI (Integrated Commodity Platform) yang sudah digunakan oleh lebih dari 85 ribu pengguna untuk mempermudah transaksi berbasis komoditas.

Park menambahkan bahwa UMKM memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. Sekitar 60% tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor UMKM, jumlah yang hampir serupa dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Meskipun pinjaman yang diberikan kepada UMKM meningkat dalam beberapa tahun terakhir, proporsi kredit UMKM masih relatif kecil, yakni sekitar 20% dari total pinjaman perbankan, atau hanya sekitar 7% dari PDB Indonesia.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik tentang Pengepungan Di Bukit Duri, Film tentang Chaos di dalam Sekolah

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI, Sunarso, mengungkapkan bahwa acara BRI Microfinance Outlook 2025 dan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 digabungkan tahun ini, setelah sebelumnya diselenggarakan secara terpisah.

Sunarso berharap kedua acara ini dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran pembicara terkemuka dalam acara ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik serta merumuskan langkah-langkah yang tepat untuk mendukung UMKM sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan fokus pada pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi dan kolaborasi antar lembaga, BRI berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem yang dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM di Indonesia.

Tags

Terkini