news

BRI Peduli Yok Kita Gas Mengedukasi Masyarakat Mengelola Sampah Supaya Bernilai Ekonomis

Sabtu, 22 Februari 2025 | 19:26 WIB
BRI Peduli mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. (BRI)

Pejuangkantoran.com – Seperti yang disampaikan dalam laman brin.go.id (26 Juli 2024), dari data di Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2023, per 24 Juli 2024 hasil input dari 290 kab/kota se Indonesia menyebutkan jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 31,9 juta ton.

Dari total produksi sampah nasional tersebut sebesar 63,3% atau 20,5 juta ton sudah dapat terkelola. Sementara itu, sisanya 35,67% atau 11,3 juta ton sampah tidak terkelola.

Volume sampah akan cenderung meningkat sebagai konsekuensi meningkatnya jumlah penduduk. Belum lagi tempat pembuangan maupun pengelolaan sampah yang jumlahnya terbatas.

Oleh karena itu, sampah menjadi masalah yang krusial untuk diselesaikan. Perlu adanya program kolaboratif antara pemangku kepentingan dalam mengelola sampah yang dilaksanakan dengan tepat.

Dengan prinsip sirkular ekonomi, diharapkan dalam pengelolaan sampah ini ada peningkatan manfaat ekonomi dari sampah. Jadi sampah tak lagi dianggap sebagai beban, namun dianggap juga sebagai salah satu potensi ekonomi.

 Baca Juga: Program BRI Peduli ‘Cegah Stunting Itu Penting’ Dukung Upaya Turunkan Prevalensi Stunting Indonesia

BRI Peduli Terhadap Persoalan Sampah

BRI Peduli yang menjadi payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah serta menjaga kelestarian lingkungan melalui program BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’.

BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’ dilakukan melalui kegiatan edukasi dan aksi pengelolaan sampah di Istana Maggot BSF, yang berlokasi di Kel. Kebonsari, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperingati Hari peduli Sampah yang jatuh setiap tanggal 21 Februari. Kegiatan ini melibatkan 100 masyarakat Kelurahan Kebonsari serta 50 pelajar dari SMP Negeri 36 Surabaya.

Berbagai aktivitas dilakukan terkait dalam kegiatan pengelolaan sampah. Kegiatan tersebut mulai dari sosialisasi pemilahan sampah.

Kegiatan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Ini adalah perilaku yang mendukung upaya daur ulang dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Selain itu ada kegiatan workshop pengolahan sampah. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman tentang budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan pembuatan ecoenzym.

Mereka mempraktikkan langsung pengolahan maggot BSF menjadi produk jadi dan pembuatan ecoenzym.

Halaman:

Tags

Terkini