news

BRI Peduli Yok Kita Gas Mengedukasi Masyarakat Mengelola Sampah Supaya Bernilai Ekonomis

Sabtu, 22 Februari 2025 | 19:26 WIB
BRI Peduli mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. (BRI)

Tak hanya itu, dengan perspektif sampah sebagai potensi ekonomi ini, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang Bank Sampah. Sampah dipilah, dikumpulkan kemudian ditukarkan dengan paket sembako yang telah disediakan.

Oleh karena itu, BRI Peduli juga menyerahkan bantuan tempat sampah pilah kepada kelurahan dan sekolah guna mendukung kebiasaan memilah sampah sejak dini.

Kegiatan “Yok Kita Gas” di Kebonsari Surabaya berhasil mengumpulkan 73 karung sampah, dengan jumlah sampah organik tereduksi sebanyak 20 kg, sampah anorganik 99,4 kg, serta potensi reduksi emisi gas karbon sebanyak 112,1 CO2 dan reduksi emisi gas metan sebanyak 98,6 CH4.

 

Berdampak Nyata Bagi Masyarakat

Program “BRI Peduli Yok Kita Gas” ini secara nyata telah memberikan dampak bagi masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia baik dari sisi sosial, ekonomi dan lingkungan.

“Hal ini sejalan dengan komitmen BRI mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang tersirat pada Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi, dan Pilar Pembangunan Lingkungan,” ujar Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto.

Masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia terutama di wilayah padat pemukiman atau wilayah kota mendapatkan manfaat dari program ini.

Mereka  mendapatkan wawasan tentang kondisi pengelolaan sampah. Wawasan ini meningkatkan awareness mereka terhadap lingkungan.

Baca Juga: Bersama BRI Peduli, Kelompok Tani Hutan (KTH) Pabangbon Selamatkan Lingkungan Hidup

Wawasan dan awareness ini mereka praktikan langsung melalui keterampilan dalam memilah sampah dari rumah. Hal ini diharapkan mampu mengatasi persoalan sampah dari rumah tangga.

“Pengelolaan sampah organik menjadi pupuk dengan maggot BSF menjadi salah satu contoh manfaat yang dirasakan dari pengelolaan sampah organik yang dapat mendorong pendapatan masyarakat serta menumbuhkan pola pikir dan mental masyarakat untuk gemar menabung melalui program bank sampah”, ungkap Catur.

Sejak digulirkan pada tahun 2021, program “BRI Peduli Yok Kita Gas” telah dilaksanakan di 41 lokasi di wilayah Indonesia yang terdiri dari 5 lokasi di Pasar Tradisional dan 35 lokasi di lingkungan masyarakat.

Program ini diimplementasikan dalam dua bentuk yaitu Yok Kita Gas-Pasar Tradisional dan Yok Kita Gas-Stand Alone Location. Penyaluran program di lokasi Bank Sampah atau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang telah dikelola oleh masyarakat yang berlokasi padat penduduk baik di Kota/Desa.

Program ini diharapkan bisa mendorong pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta siswa mengenai pengelolaan sampah. Dan pada ujungnya mendorong kontribusi terhadap pengurangan emisi gas karbon yang dihasilkan dari limbah domestik.

Halaman:

Tags

Terkini