Kategori sutra dan tekstil mengalami peningkatan lebih kecil, hanya 4%, tetapi menunjukkan tren positif di kuartal keempat dengan kenaikan 7%. Sementara itu, parfum dan produk kecantikan tumbuh 9% secara tahunan dan 17% pada kuartal keempat.
Namun, tidak semua lini produk menunjukkan kinerja positif. Jam tangan mengalami penurunan 4% menjadi $604 juta. Meski begitu, kolaborasi ulang tahun ke-10 dengan Apple bisa menjadi peluang pertumbuhan di 2025.
Kreativitas tetap jadi kunci
Menghadapi 2025, Hermès tetap optimis dengan target pertumbuhan yang ambisius, meskipun masih mengakui ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang ada.
Baca Juga: Prabowo Luncurkan Devisa Hasil Ekspor hingga Danantara sebagai Realisasi Kebijakan Strategisnya
“Perusahaan memulai tahun 2025 ini dengan penuh keyakinan, berkat model bisnis yang sangat terintegrasi, strategi ritel yang seimbang, serta kreativitas dalam koleksi dan loyalitas pelanggan,” ujar Dumas dalam earnings call-nya.
Hermès terus mempertahankan filosofi yang menjadikannya berbeda dari pesaingnya. Menurut Milton Pedraza, CEO The Luxury Institute, Hermès bukan sekadar memproduksi barang mewah, tetapi benar-benar mewujudkan nilai kemewahan itu sendiri.
“Luxury itu bukan sekadar apa yang Hermès lakukan; luxury adalah jati diri mereka,” kata Pedraza. “Begitu juga dengan autentisitas dan kreativitas. Itu bukan sekadar strategi, tetapi bagian dari DNA Hermès.”
Hermès menunjukkan, di pasar barang mewah, konsistensi dalam nilai-nilai fundamental adalah kunci keberhasilan jangka panjang.