Penjualan Produk-produk Hermes Tumbuh 15% pada 2024, Karyawan Dapat Bonus Rp77 Juta

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 26 Februari 2025 | 22:35 WIB
Hermes mengalami pertumbuhan 15% di saat pemain di industri barang mewah lain mengalami penurunan revenue. (Unsplash/Olena Kamenetska)
Hermes mengalami pertumbuhan 15% di saat pemain di industri barang mewah lain mengalami penurunan revenue. (Unsplash/Olena Kamenetska)

PejuangKantoran.com - Di pasar barang mewah yang mengalami penurunan revenue hingga 2% pada 2024, Hermès justru tampil sebagai bintang dengan pertumbuhan 15% secara tahunan. Rumah mode Perancis ini meraih pendapatan hampir $16 miliar.

Keberhasilan tersebut semakin mencolok karena pesaingnya, seperti LVMH dan Kering, mengalami penurunan masing-masing sebesar 2% dan 12%.

Sepanjang tahun 2024, Hermès menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak menentu. Namun, perusahaan ini tetap mampu mencetak pertumbuhan signifikan.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Bad Guys Jadi Salah Satu Karya Paling Personal buat Oka Antara

Meskipun pertumbuhan sempat melambat pada kuartal kedua dan ketiga (13% dan 11%), kuartal keempat menjadi puncaknya dengan lonjakan 18%, menghasilkan pendapatan $4,2 miliar.

“Dalam konteks ekonomi dan geopolitik yang lebih tidak pasti, hasil yang solid ini membuktikan kekuatan model Hermès dan ketangkasan tim kami, yang saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” kata Axel Dumas, Executive Chairman Hermès.

Sebagai bentuk apresiasi nyata kepada karyawan, Hermès akan memberikan bonus akhir tahun sebesar $4.700 (hampir Rp77 juta) kepada 25.000 karyawannya. Ini lebih besar dibandingkan tahun 2022 dan 2023, di mana karyawan menerima bonus $4.100 (sekitar Rp67 juta).

Ekspansi global dan dominasi Asia

Pertumbuhan Hermès tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi di seluruh pasar global. Bahkan, di tengah penurunan pasar barang mewah di Tiongkok sebesar 18-20%, Hermès tetap mencatat kenaikan 10% di Asia, termasuk pertumbuhan sebesar 23% di Jepang.

“Secara keseluruhan, semua negara di Asia mengalami pertumbuhan tahun lalu,” kata Dumas. “Untuk Tiongkok, prediksi 2025 memang rumit, tetapi secara garis besar ada tanda-tanda positif.”

Baca Juga: Peresmian Layanan Bank Emas Pegadaian: BRI Group Optimis Perkuat Ekonomi Indonesia

Sementara itu, di Eropa, yang merupakan pasar terbesar kedua, pertumbuhan mencapai 17%, dengan Prancis naik 14% dan wilayah lainnya naik 19%.

Amerika menyumbang pertumbuhan 16% dengan lonjakan 22% pada kuartal keempat, didukung oleh pembukaan toko baru di Princeton, NJ, dan relokasi butik di Atlanta.

Hampir semua penjualan produk meningkat

Produk andalan Hermès, barang kulit dan pelana, menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 18% dan pendapatan $6,8 miliar. Kategori pakaian siap pakai dan aksesori naik 15% menjadi $4,6 miliar, sementara perhiasan dan produk rumah tangga tumbuh 17% dengan total pendapatan $2 miliar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X