news

BRI Menanam - Grow and Green Bersama Masyarakat Selamatkan Ekosistem Terumbu Karang dan Tingkatkan Pendapatan Nelayan

Selasa, 25 Februari 2025 | 15:41 WIB
Besama masyarakat Pulau Maratua, BRI Peduli menyelamatkan eksositem terumbu karang. (BRI)

Total area transplantasi ini mencapai 0,1458 ha (1.458 meter persegi) 350 meter persegi. Pada Januari 2025, tingkat tahan hidup terumbu karang di situ mencapai 97% dengan rata-rata pertumbuhan terumbu karang tercatat mencapai 0,2–2,4cm per tahun.

Menurut ketua Maratua Peduli Lingkungan Muhammad Ilyas, dalam pelaksanaan program transplatasi tersebut seluruh fragmen karang yang mati telah diganti. Persentase karang hidup saat ini mencapai 100%.

“Transplantasi terumbu karang membantu mengurangi erosi pantai dengan meningkatkan kemampuan terumbu karang untuk menyerap gelombang dan arus laut, meningkatkan kualitas air laut dengan meningkatkan kemampuan terumbu karang untuk menyerap polutan dan nutrien berlebih”, ungkapnya.

Program ini juga membantu meningkatkan pendapatan nelayan dengan meningkatkan populasi ikan dan biota laut lainnya.

Dengan populasi ikan yang terjaga, nelayan mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak sehingga mendorong perekonomian masyarakat.

Karena itu, upaya pemulihan dan tranplantasi terumbu karang yang dilakukan, juga telah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan terumbu karang dan lingkungan laut.

Dan, program ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi dan pelestarian terumbu karang.

 Baca Juga: BRI Peduli Yok Kita Gas Mengedukasi Masyarakat Mengelola Sampah Supaya Bernilai Ekonomis

Aksi Nyata BRI Terhadap Lingkungan

Di lain pihak, Dian Perdana, selaku pendamping Yayasan Ekonomi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia (YEKHALI) mengatakan, BRI Menanam – Grow & Green telah membantu meningkatkan tutupan ekosistem terumbu karang di Pulau Maratua.

Selain itu, program ini juga meningkatkan kapasitas kelompok serta menyediakan alternatif lokasi snorkling di Pulau Maratua sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat Pulau Maratua.

“Kawasan tranplantasi tersebut diakui juga telah menarik perhatian wisatawan sebagai objek snorkling alternatif, memberikan potensi besar bagi pengembangan ekowisata di Pulau Maratua. Program ini juga melibatkan kelompok masyarakat yang turut berperan aktif dalam pelestarian dan pemantauan ekosistem laut”, imbuh Dian.

Ini adalah bukti bahwa transplantasi terumbu karang juga dapat membantu meningkatkan potensi pariwisata dengan meningkatkan keindahan dan keragaman hayati terumbu karang di Pulau Maratua.

Kegiatan pelestarian lingkungan ini selaras dengan apa yang dijelaskan Direktur Utama BRI Sunarso pada acara Kompas 100 Outlook pada 17 Februari 2025 yang mengungkapkan bahwa BRI berkomitmen untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap aspek operasionalnya dan memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi sejalan dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Perubahan iklim yang berujung pada kenaikan suhu global dalam beberapa dekade ini menuntut aksi nyata perusahaan dalam menjaga alam. Program BRI Menanam - Grow & Green yang terus berjalan di Pulau Maratua menjadi contoh nyata penerapan prinsip ESG tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan” pungkas Sunarso.

Halaman:

Tags

Terkini