PejuangKantoran.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi komponen penting dalam keberlangsungan Daya Anagata Nusantara, badan pengelola investasi yang dikenal sebagai Danantara.
Ini karena tujuan utama pembentukan lembaga tersebut adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan aset dan dividen BUMN, serta mengalokasikannya untuk investasi di luar APBN.
Jadi, jika Kementerian BUMN yang berfungsi sebagai regulator, maka Danantara akan bertindak sebagai eksekutor. Artinya, Danantara akan berperan sebagai super holding BUMN dan kendaraan investasi pemerintah.
Baca Juga: Buat yang Masih Bingung Apa Itu Danantara, Ini Penjelasan Sederhana yang Mudah Dimengerti
Kementerian BUMN yang terlibat
Ditetapkan bahwa Danantara akan mengelola tujuh BUMN besar di Indonesia dari berbagai sektor, yaitu sebagai berikut:
• Sektor perbankan: Bank Mandiri, BRI, BNI
• Sektor energi: Pertamina, PLN
• Sektor telekomunikasi: Telkom
• Sektor pertambangan: MIND ID
Nantinya, Danantara akan mengoptimalkan pemanfaatan aset negara untuk membiayai proyek-proyek berkelanjutan di berbagai sektor strategis. Namun, beberapa sektor di bawah ini akan dijadikan fokus utama oleh lembaga ini:
• Energi terbarukan: Untuk pengembangan sumber energi yang ramah lingkungan demi mendukung transisi energi nasional.
• Industri manufaktur: Menguatkan industri dalam negeri untuk meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.
• Hilirisasi sumber daya alam: Untuk Meningkatkan nilai tambah produk sumber daya alam melalui proses hilirisasi.
• Ketahanan Pangan: Mendukung sektor pertanian dan pangan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
Cara pengelolaan dananya
Dalam menjalankan investasinya, Danantara akan mengacu pada model pengelolaan Danantara konsep Temasek Holdings Limited milik Singapura, yang berperan serupa dengan Indonesia Investment Authority (INA).
Namun, yang membedakan adalah cakupan Danantara yang lebih luas.
Ini karena lembaga tersebut tidak hanya mengelola aset tertentu, tetapi juga melakukan konsolidasi aset-aset pemerintah yang tersebar di berbagai kementerian sehingga lebih terintegrasi dan efisien.
Diharapkan, selama lima tahun ke depan, Danantara mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkualitas sehingga bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi.