Sunarso juga menjelaskan beberapa strategi yang telah disiapkan BRI untuk mendukung Pegadaian dalam menjalankan bisnis bank emas, seperti pendidikan dan pelatihan, penyediaan pipeline nasabah potensial, sinergi dengan berbagai pihak dalam ekosistem emas, serta pemanfaatan aset dan fasilitas BRI untuk memperluas layanan bank emas.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyambut baik peresmian bank emas dan berharap inisiatif ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. "Bank Emas Pegadaian menjadi kebanggaan kami. Ini adalah langkah baru dalam mendukung kemajuan ekonomi Indonesia melalui hilirisasi dan peningkatan daya saing domestik," kata Damar.
Pada tahun 2024, Pegadaian telah mengelola 90 ton emas, dengan penjualan emas mencapai 9 ton, yang mencatatkan peningkatan sebesar 35% dibandingkan tahun sebelumnya. Damar optimis bahwa bank emas ini akan berkontribusi pada pertumbuhan laba Pegadaian hingga 13% pada tahun 2025.
BRI, bersama dengan Pegadaian dan PNM, telah membentuk Holding Ultra Mikro pada 13 September 2021, untuk menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi, khususnya bagi pelaku usaha di segmen Ultra Mikro. Hingga akhir 2024, Holding UMi telah melayani lebih dari 183 juta nasabah simpanan dan 35,9 juta nasabah pinjaman dengan total penyaluran kredit mencapai Rp 626,6 triliun.
Baca Juga: Proyek Strategis yang akan Dibiayai Danantara dan Cara Pengelolaan Dananya, Tak akan Kebal Hukum!
BRI juga telah meluncurkan fitur Investasi Emas di aplikasi BRImo, yang memungkinkan pengguna untuk berinvestasi emas mulai dari Rp 10.000. Fitur ini telah mencatatkan volume transaksi sebesar Rp 279,8 miliar hingga Desember 2024.
Dengan adanya bank emas ini, BRI Group optimis dapat berkontribusi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan meningkatkan inklusi keuangan.