Jadi, Temasek dipastikan 100% independen, tanpa ada pejabat dalam strukturnya yang ikut mengambil keputusan. Meskipun tetap memiliki sejenis dewan penasehat, tetapi tugasnya hanya menjaga arah makro, tanpa ikut memberikan keputusan investasi.
Ferry menegaskan, “Dari awal (Temasek) emang fokusnya ROI bukan agenda politik. Dan akhirnya ini yang jadi salah satu daya jualnya.”
Baca Juga: Kalau Lapar di Tengah Malam, Makan 10 Camilan Sehat Ini Biar Kamu Bisa Tidur Nyenyak di Malam Hari!
Dampak negatif jika Danantara gagal
Lalu, bagaimana menurut Ferry jika Danantara gagal? Ia mengatakan bahwa konsekuensinya akan sangat besar.
“Defisit APBN bakal gede banget, belum potential loss-nya, terus subsidi APBN lagi yg mana sangat kontraproduktif,” pendapatnya.
Apalagi, jika Danantara gagal maka investor yang saat ini sudah sulit didapatkan juga akan lebih menjauh lagi. Ini akan membuat kerugian BUMN semakin lebih besar dan pastinya akan ikut menjatuhkan BUMN yg “sehat”.
Bahkan, dampak seburuk itu disebutnya masih sedikit dari segala kemungkinan yang bisa terjadi.
Itulah sebabnya Ferry menyebut bahwa proyek ini tidak boleh gagal sama sekali dan tidak boleh main-main dalam menjalankannya.
Baca Juga: Stuck dengan Pekerjaan? Jangan Dibiarkan karena Bisa Timbulkan Masalah Fisik dan Psikologis
“Apalagi kalau cuma jadi bancakan proyek untuk kepentingan pribadi, kalau sampai kejadian, hukuman mati aja gak cukup buat yang ngelakuin,” ucapnya.
Untuk itu, Ferry berharap Danantara ini akan berjalan dengan sangat transparan sehingga rakyat bisa tahu uang mereka ada di mana, proyeksinya bagaimana, dan perkembangannya seperti apa. (Elga Windasari)