Mantan Pegawai Kemenkeu Beberkan Dampak Negatif yang Dirasakan Negara Jika Danantara Gagal

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 28 Februari 2025 | 21:53 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto saat peresmian Daya Anagata Nusantara (Danantara). Apa yang terjadi jika Danantara gagal? (Instagram.com/@prabowo)
Presiden RI Prabowo Subianto saat peresmian Daya Anagata Nusantara (Danantara). Apa yang terjadi jika Danantara gagal? (Instagram.com/@prabowo)

PejuangKantoran.com - Meski sudah diresmikan pada 24 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, tetapi masih ada beberapa pihak yang kontra dengan didirikannya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Memangnya, apa yang membuat banyak pihak tidak setuju dengan Danantara ini? Bukankah tujuannya untuk mendapatkan keuntungan lebih lewat investasi, yang nantinya akan membuat Indonesia semakin sejahtera?

Kreator konten, yang sebelumnya merupakan pegawai Kementerian Keuangan, Ferry Irwandi, mencoba menjelaskan dalam bahasa sederhana di akun X miliknya, @irwndfrry.

Baca Juga: Profil 5 Kepala Daerah Termuda di Indonesia, Jadi Pejabat di Usia 26 dan 27 Tahun!

Sumber dana Danantara

Sebelumnya, kamu harus tahu terlebih dahulu mengenai sumber dana yang dimiliki oleh Danantara.

Meski yang diketahui banyak orang adalah bahwa sumber dana Danantara berasal dari dividen BUMN, tetapi faktanya itu bukan satu-satunya sumber dana Danantara.

Danantara juga akan mendapatkan dana dari aset BUMN, Penyertaan Modal Negara (PMN), dan hasil efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Ferry, modal awal yang sangat besar tersebut sangat menjanjikan sekaligus ambisius.

Secara teori, kalau berjalan pancar, ya (hasil Danantara) bakal jadi game changer buat ekonomi kita dan bakal menggulung juga, semakin dia berhasil, semakin menarik buat investasi global masuk dan ketergantungan pajak bisa dikurangi,” tulisnya di X.

Baca Juga: BRI Fokus Pengelolaan Risiko Jangka Panjang di Tengah Dinamika Pasar

Pemerintah bahkan sudah menggadang-gadang bahwa Danantara bisa menyamai keberhasilan Temasek Holdings, perusahaan induk investasi milik Singapura.

Serupa tapi tak sama dengan Temasek

Namun, Ferry tak setuju jika Danantara disebut sama seperti Temasek. Menurutnya, sekilas memang iya, tetapi ada hal fundamental yang sangat berbeda antara keduanya dan bisa sangat berpengaruh dan menjadi faktor penentu.

Soal dana yang dikelola, Temasek gak ngambil dari dividen BUMN, atau PMN atau efisiensi APBN, tapi aset yang udah dikelola sejak awal, sama portofolio global dan dividen,” jelasnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: X @irwndfrry

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X