news

Dari Arjosari, Pacitan, Gula Aren Temon Kini Sukses Menembus Pasar Global dengan Dukungan BRI

Jumat, 14 Maret 2025 | 16:11 WIB
Berbagai varian produk Gula Aren Temon yang diolah di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. (BRI)

PejuangKantoran.com - Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dikenal dengan potensi sumber daya alam lokal berupa pohon aren yang melimpah.

Masyarakat sekitar umumnya mengolah gula aren secara sederhana, hanya memproduksi gula cetak yang dipasarkan di pasar tradisional.

Namun pada tahun 2020, Gusti Ayu Ngurah Megawati mendirikan pengolahan gula aren dan memberdayakan kelompok tani yang terdiri atas 20 petani lokal untuk mengolahnya.

Baca Juga: Raih 5 Penghargaan Internasional di RBI Asia Trailblazer Awards 2025 Bukti Bahwa BRI Berhasil Jaga Fundamental Kinerja dan Fokus di UMKM

Mengusung nama Gula Aren Temon, Megawati lantas melakukan berbagai inovasi olahan gula aren. Saat ini ia menghasilkan berbagai varian produk, seperti gula aren semut, gula aren cair, gula aren mini cube, kopi gula aren, dan gula aren rasa jahe merah.

Diversifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas segmen pasar. Usahanya terus berkembang sehingga saat ini berhasil memperluas jangkauan pemasaran hingga ke pasar ekspor.

Dari 20 petani, pada tahun 2025 ini tempat pengolahan gula aren milik Mega -sapaan akrabnya- sudah berkembang hingga mencakup sekitar 150 petani.

Setiap tahun Gula Aren Temon memberikan dukungan berupa alat produksi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas, sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada kelompok tani tersebut.

Tantangan Gula Aren Temon

Untuk mencapai posisi seperti sekarang, Mega tak menampik bahwa Gula Aren Temon menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Baca Juga: 10 Langkah yang Harus Dilakukan Oleh Supervisor Dalam Melakukan Feedback yang Efektif

“Selain pentingnya menarik minat generasi muda agar terlibat dalam sektor pertanian, kami juga menghadapi tantangan dalam penanaman kembali pohon aren untuk memastikan ketersediaan bahan baku di masa depan.

“Pendampingan, edukasi, dan kolaborasi menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Mega juga menyoroti peran BRI dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas produksi.

“BRI tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga memfasilitasi kami dalam mempertemukan dengan calon pembeli melalui kegiatan business matching, seperti di BRI UMKM EXPORT 2025," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini