PejuangKantoran.com - Setelah ditutup untuk upacara keagamaan pada Rabu-Minggu, 23 – 27 April 2025, Pura Lempuyang Luhur, Karangasem, Bali, akan kembali dibuka pada Senin, 28 April 2025.
Dikenal juga dengan nama Pura Gerbang Surga, pura yang terkenal dengan latar belakang pemandangan Gunung Agung itu merupakan salah satu pura yang paling penting secara spiritual di Bali.
Kepala Desa Adat Purwayu Nyoman Jati menjelaskan bahwa alasan kunjungan wisatawan ditutup adalah agar umat bisa fokus melakukan persembahyangan.
Baca Juga: Isi Lengkap Surat Wasiat Terakhir Paus Fransiskus: Makam Sederhana dan Pesan Damai untuk Dunia
Penutupan sementara tersebut juga sudah dikomunikasikan dengan agen perjalanan dan pemandu wisata di seluruh pulau sehingga mereka bisa menyesuaikan rencana perjalanan selama masa penutupan.
“Saya berharap seluruh rangkaian pujawali (upacara persembahyangan dan persembahan) di Pura Lempuyang dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Pengunjung yang bukan penganut Hindu dipersilakan untuk kembali berkunjung pada 28 April, namun dengan tetap mematuhi aturan berpakaian yang ketat.
Aturan berpakaian yang dimaksud adalah mengenakan sarung dan selempang, serta harus memakai kaos atau kemeja sederhana di atasnya. Sarung dan selempang tersedia untuk dipinjamkan, yang sudah termasuk dalam harga tiket masuk.
Gunung Agung juga ditutup untuk pendakian
Pura Lempuyang Luhur menjadi salah satu pura yang paling terkenal di kalangan wisatawan internasional karena menawarkan pemandangan yang luar biasa dari puncak Gunung Agung yang sakral di Bali.
Baca Juga: Produk Minuman Herbal Kamandalu Ashitaba Menjadi UMKM Binaan BRI yang Sukses Meraih Pasar Global
Gunung Agung sendiri ditutup untuk umum hingga 3 Mei 2025. Semua rute pendakian dan akses publik ke gunung ini, baik untuk turis asing maupun lokal, ditutup antara 6 April – 3 Mei 2025.
Penutupan tersebut dilakukan agar upacara Ida Bhatara Turun Kabeh dapat dilaksanakan di Pura Agung Besakih, yang juga dikenal sebagai Pura Induk.
Sementara upacara terbesar untuk Ida Bhatara Turun Kabeh diadakan pada 12 April 2025 di Pura Agung Besakih, upacara dan ritual yang lebih kecil akan dilaksanakan hingga tanggal 3 Mei 2025.
Dalam bahasa Bali, Ida Bhatara Turun Kabeh berarti "Semua Dewa Turun", sedangkan Gunung Agung dianggap sebagai rumah para Dewa.