news

Indeks Bisnis UMKM BRI Untuk Mengukur Sentimen Pelaku UMKM dan Menjadi Acuan Dalam Menyusun Kebijakan

Senin, 2 Juni 2025 | 11:32 WIB
Indeks Bisnis UMKM menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis UMKM terus menunjukkan perbaikan. (BRI)

Namun naiknya harga barang input atau barang dagangan, terutama pada sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan jadi membatasi rentabilitas.

Dilihat dari komponen penyusunnya, hampir semua komponen Indeks Bisnis UMKM naik dan berada di atas 100, kecuali volume produksi (99,2). Kenaikan tertinggi dan indeks tertinggi terjadi pada rata-rata harga jual (116,0), didorong oleh lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Volume produksi dan harga jual yang membaik mendorong omset usaha tumbuh, dengan indeks 101,4 atau naik 3,0 poin dari 98,4 pada kuartal sebelumnya. Selain itu, pemesanan dan persediaan barang input juga meningkat, masing-masing naik 2,6 dan 1,4 poin.

Kenaikan volume produksi ini berdampak baik dan menjadi pendorong peningkatan penggunaan tenaga kerja. Pelaku UMKM menambah persediaan barang jadi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat HBKN.

Investasi tetap tumbuh, namun kenaikannya cenderung flat dibanding kuartal sebelumnya.

Kecuali sektor pertambangan dan penggalian, sektor konstruksi, serta sektor hotel dan restoran, hampir semua sektor masih terlihat ekspansif.

Baca Juga: Bangkit Bersama UMKM, Ini Kontribusi Nyata BRI untuk Indonesia Lebih Kuat di Hari Kebangkitan Nasional

Panen raya tanaman pangan, meningkatnya permintaan hasil pertanian dan peternakan selama Ramadhan dan Idulfitri, harga jual yang tetap menarik, serta kemudahan akses barang input seperti pupuk dan obat-obatan mendorong adanya ekspansi sektor pertanian.

Yang ekspansinya tertopang karena naiknya permintaan selama puasa dan hari raya adalah sektor industri pengolahan dan perdagangan. Perbaikan daya beli konsumen ini juga tak lepas dari adanya tunjangan hari raya, bantuan sosial, serta hasil panen tanaman pangan dan hortikultura yang bagus.

Sementara itu, cuaca yang kurang kondusif (musim hujan) bagi aktivitas pertambangan dan konstruksi menyebabkan sektor ini mengalami kontraksi. Faktor lain adalah lesunya permintaan dari proyek pemerintah dan swasta pada awal tahun anggaran, serta kenaikan harga material.

Kinerja sektor hotel dan restoran menurun akibat waktu operasional yang lebih pendek dan sebagian tutup selama Ramadhan.

Sektor pengangkutan tumbuh moderat ditopang permintaan jasa transportasi untuk mudik selama hari raya. Namun, secara umum, aktivitas sektor jasa pertumbuhannya melambat karena turunnya permintaan jasa selama bulan puasa.

 

Indeks Yang Mencerminkan Pelaku UMKM

Menurut Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi, meskipun ekspansi UMKM membaik di Triwulan I/2025, namun pelaku usaha masih menghadapi kendala seperti daya beli yang belum pulih sepenuhnya, naiknya harga barang input sektor industri pengolahan dan konstruksi, serta ketatnya persaingan di sektor perdagangan dan transportasi.

Halaman:

Tags

Terkini