news

Tinder Luncurkan Fitur Double Date buat Pengguna yang Mau Ajak Bestie untuk Ketemu Pasangan Match

Sabtu, 21 Juni 2025 | 18:57 WIB
Ilustrasi: Tinder meluncurkan fitur Double Date agar pengguna dan bestie-nya bisa menemukan pasangan match bareng. (Unsplash/Yogas Design)

PejuangKantoran.com - Apa yang kamu rasakan waktu mau bertemu muka pertama kali dengan teman kencan yang kamu temukan melalui aplikasi kencan seperti Tinder? Excited, atau nervous?

Kalau kamu termasuk tipe yang kedua, tenang saja. Tinder meluncurkan fitur Double Date agar pengguna bisa merencanakan kencan ganda untuk pertemuan pertama dengan Match.

Jadi, kamu bisa mengajak bestie kamu membuat joint profile, dan swipe ke kanan saat menemukan pasangan bestie lain untuk kencan berkelompok. 

Baca Juga: Labuna, Produk UMKM Binaan BRI Asli Mojokerto Siap Membawa Aroma Rempah Indonesia ke Pasar Global

Tapi jangan ngeres dulu dengan “kencan ganda” ini, ya. Yang dimaksud double date di sini benar-benar untuk hangout di kafe atau kedai kopi, atau tempat apapun yang jadi pilihan untuk saling mengenal satu sama lain.

Tinder, yang lebih dari setengah basis pengguna globalnya merupakan Gen Z, berharap fitur baru ini akan populer di kalangan generasi tersebut. Terlihat, selama pengujian fitur baru yang dimulai awal tahun ini, sekitar 90% profil Double Date berusia di bawah 29 tahun.

Tinder dan perusahaan induknya, Match Group, membutuhkan Gen Z lebih dari sebelumnya. CEO baru Match Group, Spencer Rascoff, mengatakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi aplikasi kencan seperti Tinder adalah kegagalan untuk mengenali dan menanggapi keinginan generasi muda.

"Kita harus membangun cara yang tidak terlalu menekan bagi pengguna Gen Z untuk berinteraksi satu sama lain," kata Rascoff, saat earning call pada kuartal pertama bulan Mei.

Menurutnya, keputusan Tinder meluncurkan fitur Double Date ini akan mulai mengubah persepsi pengguna terhadap Tinder.

Baca Juga: Agnez Mo Didukung DPR soal Denda Rp1,5 Miliar terkait Royalti 'Bilang Saja': 'Tidak Sesuai UU!'

Ghosting dan swiping tiada henti

Sejumlah penelitian menemukan bahwa Gen Z (yang lahir antara tahun 1997 dan 2012), merasa kesepian. Menurut penelitian Pew Research Center, hampir seperempat orang dewasa berusia 18 hingga 29 tahun di AS mengatakan bahwa mereka merasa kesepian.

Dalam survei bulan September yang melibatkan lebih dari 6.000 peserta itu, terungkap juga bahwa 6% orang dewasa berusia 65 tahun ke atas mengatakan hal yang sama.

Rasa kesepian ini muncul ketika Gen Z beranjak dewasa di tengah pandemi, sehingga membuat mereka jarang berinteraksi dengan orang lain secara langsung.

Gen Z menjalani transisi menuju kedewasaan ini dengan lambat. Menurut Jean Twenge, psikolog dan penulis Generations: The Real Differences Between Gen Z, Millennials, Gen X, boomers, and Silents — and What They Mean for America's Future,

Halaman:

Tags

Terkini