news

Tangis Haru Guru Honorer Bergaji Rp540 Ribu di Hadapan DPR, Minta Keadilan Nasib

Kamis, 17 Juli 2025 | 08:05 WIB
Foto Ilustrasi - Guru honorer menyebut hanya mendapat gaji Rp540 ribu dan berharap diangkat menjadi PPPK. (Unsplash/Fajar Herlambang STUDIO)

PejuangKantoran.com - Sebuah video viral kembali membuka mata publik soal peliknya nasib guru honorer di Indonesia.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Selasa, 15 Juli 2025, seorang guru honorer tampak tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan keluh kesahnya dalam rapat bersama anggota DPR.

Dengan suara terbata dan penuh emosi, guru yang identitasnya belum diketahui itu mengungkapkan betapa beratnya menjalani hidup dengan gaji hanya Rp540 ribu per bulan.

Ia juga menyampaikan rasa keputusasaannya karena tidak memiliki koneksi atau 'orang dalam' yang bisa membantunya mendapatkan Surat Keputusan (SK) Gubernur atau status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca Juga: Beri Batasan tentang Jam Kerja Kamu dengan Mencantumkan Email Signature, Seperti Ini Caranya!

“Bagaimana nasib kami, Bu? Yang punya orang dalam bisa dapatkan SK Gubernur,” ucapnya lirih, menahan tangis di hadapan para wakil rakyat.

“Apa daya kami nggak punya orang dalam. Kami mohon perjuangkan kami, Bu. Izinkan kami diangkat PPPK,” lanjutnya penuh harap.

Video ini langsung mengundang simpati luas dari masyarakat. Banyak warganet yang ikut merasa sedih sekaligus geram atas realita yang masih kerap dialami para guru honorer di berbagai daerah.

Mereka menyuarakan harapan agar pemerintah lebih serius memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini kerap disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Baca Juga: Kitab Sijjin & Illiyyin Diakui Sang Sutradara Film Horor yang Paling Banyak Adegan Gore-nya

"Tanpa guru kita tidak akan jadi apa-apa, jasa guru sangat besar sejak kita kecil," tulis salah satu warganet.
"Please ya Allah, naikkan kesejahteraan beliau-beliau yang berprofesi guru," komentar lainnya.

Fenomena ini kembali menegaskan betapa persoalan kesejahteraan guru honorer masih menjadi pekerjaan rumah panjang yang belum kunjung tuntas. Padahal, di pundak merekalah masa depan pendidikan bangsa dipertaruhkan.

Tags

Terkini