Saat dikonfirmasi mengenai tuduhan tersebut di masa lalu, Byron membantah semua klaim bahwa dirinya bertindak kasar.
Ia hanya mengatakan bahwa tugasnya saat itu adalah membawa perusahaan ke tahap pertumbuhan berikutnya dan itu membutuhkan "keputusan sulit" yang mungkin membuat beberapa orang kecewa.
Kini, bertahun-tahun kemudian, Byron kembali jadi sorotan. Namun, bukan karena urusan bisnis, melainkan urusan pribadi yang berpotensi besar merusak reputasi dirinya dan perusahaan yang dipimpinnya.