news

Survei: 64% Konsumen Ogah Beli Foldable Phone, padahal Tiap Tahun Ada Ponsel Lipat Baru

Selasa, 22 Juli 2025 | 22:20 WIB
OPPO Find N3 Flip. Meskipun foldable phone terus diluncurkan setiap tahun, faktanya 64% orang kurang suka memakainya. (OPPO)

Itulah sebabnya para produsen terus berusaha menciptakan ponsel lipat yang lebih tipis, kuat, dan terjangkau. Samsung, misalnya, merilis Galaxy Z Fold 7 yang lebih ramping dan punya kamera lebih baik, meski harganya masih fantastis: sekitar $2.000 (sekitar Rp32 juta).

Motorola memilih jalur berbeda, dengan merilis versi Razr yang lebih terjangkau agar lebih mudah diakses oleh konsumen yang penasaran tapi punya bujet terbatas.

Baca Juga: 10 Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia, Asia Timur Paling Unggul

Samsung juga punya versi Galaxy Z Flip 7 yang lebih murah di kisaran $900 (sekitar Rp14 juta).

Apa saja yang jadi penghalang?

Dari survei CNET, ada beberapa alasan utama kenapa orang masih enggan membeli foldable phone. Yang paling utama adalah harga yang terlalu mahal (36%), kekhawatiran soal daya tahan (31%), tidak paham keunggulannya dibanding ponsel biasa (31%), serta kesan bahwa bentuknya tidak praktis (26%).

Ada juga yang menilai ponsel lipat terlalu tebal (15%), merek favoritnya belum punya produk lipat (10%), dan kualitas kameranya masih diragukan (8%).

Mungkin sebagian dari kekhawatiran ini akan berkurang seiring waktu, apalagi dengan peningkatan dari generasi ke generasi. Tetapi, harga tetap jadi batu sandungan besar.

Belum lagi kalau kamu pengguna setia iPhone, kemungkinan besar kamu baru akan tertarik dengan foldable phone kalau Apple sendiri yang merilisnya. Loyalitas merek masih jadi faktor besar.

Baca Juga: 7 Keterampilan Yang Harus Kamu Asah Terus Untuk Tingkatkan Kemampuan Negosiasi

Yang menarik, minat terhadap ponsel lipat juga cukup bervariasi tergantung generasi. Milenial adalah kelompok yang paling berminat (19%), mungkin karena faktor nostalgia.

Disusul oleh Gen Z (14%), Gen X (10%), dan Baby Boomer (8%).
Meski minatnya belum besar, produsen smartphone tampaknya tetap optimis.

Mereka terus mencoba membujuk kita semua untuk menggunakannya. Tetapi, setidaknya untuk sekarang, kebanyakan orang sepertinya masih bilang, “Enggak dulu, deh.”

Halaman:

Tags

Terkini