PejuangKantoran.com - Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol vs Argentina diNew Jersey Stadium tidak hanya menyajikan laga sengit selama 120 menit, tetapi juga menyisakan deretan kontroversi Argentina di final Piala Dunia 2026. Tim Tango harus merelakan gelar juara setelah kalah 1-0 melalui gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Sayangnya, kegagalan skuad Albiceleste mempertahankan trofi justru diwarnai aksi tidak terpuji di atas lapangan, mulai dari hujan kartu merah hingga baku hantam antarpemain setelah peluit panjang berbunyi. Sorotan tajam publik kini tertuju pada armada Lionel Scaloni yang dinilai gagal menunjukkan sportivitas dalam laga puncak turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.
Baca Juga: Orang Indonesia di Balik Megahnya Upacara Pembukaan dan Penutupan Piala Dunia 2026
Baca Juga: Nyaris 1 Triliun Rupiah! Hadiah Uang Bagi Spanyol Sebagai Juara Piala Dunia FIFA 2026!
4 Poin Utama Kontroversi Argentina di Laga Final
Pertandingan puncak yang dipimpin oleh wasit Slavko Vincic asal Slovenia ini menjadi salah satu final paling panas dalam sejarah modern FIFA. Berikut adalah daftar tindakan kontroversial para pemain Argentina:
- Kartu Merah Enzo Fernandez
Argentina harus bermain dengan 10 orang menjelang akhir waktu normal babak kedua. Gelandang Enzo Fernandez diusir dari lapangan setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-90+3 akibat melakukan tekel terlambat yang mengenai lutut bek Spanyol, Pau Cubarsi. Sebelumnya, ia sudah mendapat kartu kuning pertama karena memprotes keputusan wasit secara berlebihan.
- Provokasi Lionel Messi
The G.O.A.T Lionel Messi terlihat melakukan provokasi ketika pertandingan terhenti karena pelanggaran keras Enzo Maresca pada Pau Cubarsi. Bek Spanyol Marc Cucurella ingin memberitahu kepada Messi apabila mulut Cubarsi berdarah, dengan memegang mulutnya. Gerakan memegang mulut Cucurella, dimanfaatkan Messi untuk memanggil wasit dengan alasan Cucurella melakukan gerakan pelanggaran berbicara sambil menutup mulut, dan berharap kartu merah langsung padar Cucurella. Apakah rencana culas Messi berhasil? Tentu tidak.
- Kericuhan Massal Pasca-Pertandingan (Crashout)
Sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, emosi para pemain Argentina meledak. Kericuhan dipicu oleh Nahuel Molina yang terlihat mengayunkan tangan ke arah kapten Spanyol, Rodri, di tengah selebrasi juara. Situasi semakin tidak terkendali saat pemain dari kedua kubu saling dorong dan adu fisik di tengah lapangan.
- Aksi Brutal Leandro Paredes
Gelandang jangkar Leandro Paredes menjadi sorotan utama dalam baku hantam tersebut. Sambil meluapkan rasa frustrasinya, Paredes tertangkap kamera mencekik leher Eric Garcia sebelum akhirnya membanting gelandang muda Spanyol, Gabi, hingga terjatuh ke tanah. Aksi agresif pasca-laga ini langsung diganjar kartu merah langsung oleh wasit Vincic.
- Dugaan Pemukulan oleh Asisten Pelatih
Bukan hanya pemain di lapangan yang terlibat, ketegangan juga menjalar ke bangku cadangan. Laporan dari internal FIFA menyebutkan bahwa asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, diduga kuat mencoba melayangkan pukulan ke arah wajah pemain Spanyol, Dani Olmo, saat situasi sedang chaos.
Dampak Pasca-Final: Investigasi Disiplin FIFA
Akibat rangkaian aksi tidak terpuji ini, Komite Disiplin FIFA secara resmi telah menunjuk Jaksa Penyelidik Etika untuk mengusut tuntas pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh kubu Argentina. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) kini terancam sanksi denda yang sangat besar, serta larangan bertanding internasional bagi pemain yang terbukti melakukan kekerasan fisik.
Artikel Terkait
Final Piala Dunia FIFA 2026, Argentina vs Spanyol, Berikut Deretan Rekor dan Pencapaian Kedua Tim
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Akhiri Penantian 16 Tahun Lewat Drama Extra Time
Selain Lamine Yamal, Inilah 7 Pemain Termuda Dalam Sejarah Piala Dunia FIFA, yang Ikut Andil Mengantarkan Negaranya Sebagai Juara