PejuangKantoran.com - Polda Metro Jaya telah menyampaikan hasil penyelidikan terkait kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan atau ADP (39).
Ia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi wajah tertutup plastik dan kepala dililit lakban kuning di dalam kamar kosnya.
Dari hasil penyelidikan, polisi memastikan bahwa tidak ditemukan unsur pidana atau kekerasan dari orang lain dalam kasus ini.
Baca Juga: 5 Tanda Kalau Kamu Selalu Disalahpahami Orang Lain, Bagaimana Cara Bikin Mereka Mengerti?
Namun, yang menjadi perhatian publik adalah fakta-fakta yang ditemukan selama penyelidikan, terutama soal kondisi kesehatan mental Arya.
Berdasarkan bukti digital dari ponsel Arya, diketahui bahwa ia pernah mengirim email kepada sebuah badan amal luar negeri yang memberikan dukungan emosional bagi orang-orang yang sedang mengalami tekanan berat.
Dalam email tersebut, Arya menyampaikan niatnya untuk bunuh diri.
Polisi menemukan dua periode pengiriman email itu. Pertama, pada Juni hingga Juli 2013, saat Arya menuliskan alasan mengapa ia merasa ingin mengakhiri hidup.
Kedua, pada September hingga 5 Oktober 2021, saat ia kembali mengirimkan sembilan segmen pesan.
Dalam pesan tersebut, isi yang disampaikan masih sama, yaitu keinginan untuk bunuh diri karena tekanan yang ia rasakan semakin besar.
Diduga mengalami burnout
Tak hanya itu, hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan bahwa Arya juga sempat mengakses layanan kesehatan mental secara online. Pertama kali dilakukan pada 2013 dan terakhir pada 2021.
Hal ini disampaikan oleh Nathanael E. J. Sumampouw dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor).
Nathanael menjelaskan bahwa sebagai diplomat, Arya memiliki tugas yang berat, terutama ketika ia ditugaskan di Direktorat Perlindungan WNI.
Tugasnya adalah melindungi warga negara Indonesia di luar negeri yang sedang berada dalam kondisi krisis.
Peran ini menuntut empati yang sangat tinggi, tanggung jawab besar, dan kekuatan mental yang luar biasa.
Tekanan dalam pekerjaan tersebut ternyata berdampak pada kondisi psikologis Arya. Ia mengalami kelelahan mental yang disebut sebagai burnout.