PejuangKantoran.com - Rangkaian aksi demonstrasi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir ternyata ikut menjadi sorotan publik internasional, termasuk para artis Korea Selatan dan Thailand.
Mereka tak hanya menyoroti situasi di Tanah Air, tetapi juga menyampaikan dukungan serta doa untuk masyarakat Indonesia.
Dukungan dari Korea Selatan
Aktor Korea Selatan Joo Yeon-woo, bintang drama My Perfect Stranger hingga Study Group, mengunggah gambar Garuda dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika melalui Instagram Story pada Jumat (29/8). Dalam unggahan singkatnya, ia menulis pesan penuh semangat: “Semangat Indonesia”, disertai emoji api dan tangan berdoa.
Sementara itu, musisi eaJ (Park Jae-hyung) juga ikut bersuara. Melalui akun X (Twitter), ia menyoroti kasus tragis yang menimpa Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis (Rantis) Brimob saat menjalankan tugas mengantar pesanan makanan.
“Apakah demokrasi benar-benar demokratis jika warga negaranya menjadi martir karena menjalankan hak mereka untuk berunjuk rasa?” tulis eaJ, Jumat (29/8).
eaJ bahkan menunda jadwal penjualan tiket konsernya di Jakarta, yang semula direncanakan 29 Agustus menjadi 1 September, dengan alasan banyak penggemarnya sedang fokus menyuarakan aspirasi di jalanan. “Jaga keselamatan ya buat kalian semua,” tambahnya.
Solidaritas dari Thailand
Dukungan juga datang dari artis Thailand. Aktor Bonz Nadol Lamprasert dan Mark Siwat Jumlongkul mengunggah template bergambar burung Garuda hitam dengan tulisan “RIP Indonesia’s Democracy” di atas ilustrasi Gedung DPR yang dipenuhi demonstran.
Tak ketinggalan, aktris sekaligus model Minnie Phantira Pipityakorn mengirimkan pesan hangat melalui Instagram Story: “Mengirimkan cinta dan kekuatan”, disertai emoji bendera Indonesia dan hati.
Baca Juga: Tak Hanya di Jakarta, Ribuan Buruh di Surabaya dan Medan Juga Demo Tolak Sistem Outsourcing
Gelombang Demo di Indonesia
Demo besar di Indonesia dimulai pada 25 Agustus 2025, dengan tuntutan menolak tunjangan fantastis bagi anggota DPR di tengah kondisi ekonomi sulit. Aksi berlanjut pada 28 Agustus, ditambah aspirasi dari kelompok buruh. Namun, upaya pembubaran massa berujung tragedi dengan tewasnya Affan Kurniawan.
Tragedi tersebut memicu aksi solidaritas baru pada 29 Agustus, ketika masyarakat dari berbagai lapisan kembali turun ke jalan menuntut keadilan. Bahkan, para driver ojek online sempat mengepung Mako Brimob sebagai bentuk protes.