news

Hanya 6% Gan Z yang Ingin Jadi Manajer di Tempat Kerja, Pilih Berkembang tanpa Jadi Atasan

Minggu, 31 Agustus 2025 | 19:15 WIB
Ilustrasi: Banyak karyawan muda yang saat ini menolak menjadi manajer, dan lebih memilih menambah wawasan untuk diri sendiri. (Freepik)

Di sisi lain, survei di Inggris dan beberapa negara barat menunjukkan tren serupa. Sebagian besar Gen Z lebih memilih jalur karir tanpa posisi manajerial, sebuah fenomena yang dipopulerkan dengan istilah “conscious unbossing”.

Riset Robert Walters bahkan menemukan bahwa sekitar 72% Gen Z merasa lebih nyaman berkarir sebagai individual contributor daripada mengambil peran sebagai manajer menengah.

Baca Juga: Resign karena Stres di Tempat Kerja Bukan Hal yang Memalukan, Banyak .Alasannya!

Padahal, hampir semua organisasi tetap membutuhkan struktur manajemen agar bisa berjalan dengan baik. Tanpa peran ini, koordinasi dan proses pengambilan keputusan akan jauh lebih sulit.

Karena itu, perusahaan perlu mencari cara agar posisi manajer terasa lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan generasi sekarang.

Posisi manajemen menengah masih penting

Menurut Lucy Bisset, direktur Robert Walters North, manajemen menengah masih menjadi bagian penting dalam setiap organisasi.

Agar tetap diminati, perusahaan disarankan melakukan berbagai inovasi, seperti memberi kewenangan yang lebih besar, meninjau beban kerja secara rutin, dan menyediakan jalur pengembangan keterampilan yang jelas.

Salah satu pendekatan baru yang mulai dilirik adalah budaya kerja “tanpa atasan”. Dalam sistem ini, manajer tidak lagi dipandang sebagai lapisan tambahan yang membebani, melainkan berperan sebagai fasilitator yang mendorong tim untuk lebih mandiri.

Baca Juga: Sidney Marathon 2025 yang Dituduhkan Diikuti oleh Anggota Dewan Misbakhun Ternyata Event Prestisius Dunia

Dengan cara itu, posisi manajer dapat dipandang sebagai peran yang memberi dukungan dan mendorong tim untuk berkembang, bukan hanya membatasi ruang gerak.

Dengan memprioritaskan kesejahteraan dan perkembangan manajer menengah, organisasi juga bisa menghindari krisis talenta di masa depan.

Jika peran ini dijalankan dengan lebih manusiawi dan seimbang, generasi baru akan lebih mungkin memandangnya sebagai jalur karir yang patut dipertimbangkan.

Halaman:

Tags

Terkini