PejuangKantoran.co, - Belakangan ini, banyak orang yang ingin turun ke jalan untuk menyuarakan pendapatnya.
Namun, sering kali ada yang ikut-ikutan hanya karena FOMO atau sekadar ingin seru-seruan di lapangan.
Padahal, turun ke jalan bukan sekadar nongkrong. Ada resiko yang nyata, bahkan tidak sedikit kabar tentang orang hilang atau belum pulang setelah aksi.
Itulah sebabnya sangat penting untuk tahu cara menyuarakan pendapat yang baik, aman, dan tetap efektif.
Berikut saran dari Dino Augusto, influencer muda yang belakangan ini sering menyuarakan pendapatnya di Instagram.
Baca Juga: Imbas Demo, Pemprov DKI Jakarta Imbau WFH dan Belajar dari Rumah Mulai 1 September 2025
- Jangan nekat masuk zona merah
Kalau sebuah area sudah dinyatakan zona merah atau rawan bentrok, Dino meminta untuk tidak mendekat.
“Ingat, kita ini rakyat sipil. Kita tidak punya perlengkapan pelindung atau tameng seperti aparat. Jadi, jangan memaksakan diri datang hanya untuk bikin konten atau sekadar ‘penasaran’,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa kamera yang digunakan untuk konten bisa jadi senjata bermata dua yang merugikan diri sendiri.
- Ingat waktu dan atur strategi
Secara aturan, aksi demonstrasi memang hanya sampai pukul 6 sore. Setelah jam itu, Dino mengingatkan kalau komando aparat sudah berbeda dan resiko gesekan jauh lebih besar.
“Kalau sudah lewat tengah malam apalagi tanpa lampu penerangan, situasi bisa makin berbahaya. Jadi, kalau mau menyuarakan pendapat, lakukan di waktu yang tepat,” sarannya.
- Ikut aliansi atau kelompok yang jelas
Dino bilang, turun ke jalan sendirian atau tanpa arah yang jelas lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya.
Jadi, lebih baik ikut kelompok, komunitas, atau aliansi yang sudah terorganisir sehingga pesan yang disuarakan lebih terarah dan tidak mudah ditunggangi kepentingan pihak lain.
Baca Juga: Rahasia Sukses Hadapi Penilaian Kinerja: Catat Prestasi dan Jangan Takut Akui Kegagalan