- Persiapan logistik itu penting
Kalau benar-benar ingin ikut aksi damai, jangan datang dengan tangan kosong.
Bawa bekal makanan, air minum, masker, kacamata, topi, hingga odol—yang berguna untuk meredakan efek gas air mata.
Dino menyarankan untuk menyediakan makanan lebih untuk dibagi ke teman-teman di lapangan. Hal kecil ini bisa jadi bentuk solidaritas yang besar.
- Tetap tertib dan fokus pada pesan
Tujuan utama turun ke jalan adalah menyuarakan pendapat dengan cara damai. Jadi, jangan sampai aksi berubah jadi ajang tawuran atau keributan.
Ia mengingatkan, “Ingat, kita bukan sedang melawan aparat, tapi sedang melawan sistem yang salah. Kalau aksi ricuh, pesan yang ingin kita sampaikan bisa hilang dan justru mencoreng gerakan itu sendiri.”
Baca Juga: Jangan Cuma Sibuk Bekerja, Bangun Hubungan Baik di Kantor Juga Bikin Karir Kamu Lebih Lancar
- Suara kamu penting, tapi sampaikan dengan bijak
Dino berpendapat bahwa siapa pun boleh bersuara, baik ibu-ibu, bapak-bapak, mahasiswa, atau pekerja. Namun, pastikan caranya bijak.
Ingatlah bahwa aksi di jalan bukan sekadar momen viral di media sosial, melainkan perjuangan jangka panjang.
“Kalau kita ingin suara rakyat didengar, kita harus menjaga agar perjuangan ini tetap damai, tertib, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Jadi, jika kamu turun ke jalan, pastikan harus dilakukan dengan bijak. Jangan karena FOMO atau emosi sesaat yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.