news

Siapa Suka Ngumpulin Cap Paspor? Mulai Oktober, Cara Ini akan Diganti Metode Digital di Eropa

Minggu, 14 September 2025 | 19:58 WIB
Ilustrasi: Cap paspor akan tinggal kenangan, karena mulai Oktober sebagian negara di Eropa akan mulai memakai metode digital. (Unsplash/KIT)

PejuangKantoran.com - Banyak traveller yang merasa puas ketika paspornya dipenuhi cap tanda masuk ke suatu negara.

Passport stamp selama ini memang menjadi semacam suvenir perjalanan. Setiap cap terasa seperti bukti petualangan, kayak scrapbook yang bisa dibuka kapan saja untuk bernostalgia.

Namun, siap-siap: tradisi ini sebentar lagi bakal jadi kenangan saja. Mulai 12 Oktober 2025, ada 29 negara di Eropa yang akan meninggalkan sistem cap paspor dan beralih ke metode digital bernama Entry/Exit System (EES).

Baca Juga: Awas, Kenali dan Waspadai Tanda-Tanda Lingkungan Kerja Toxic Supaya Kamu Tidak Terjebak di Dalamnya!

Sistem ini akan merekam data biometrik seperti foto wajah dan sidik jari setiap pengunjung non-Uni Eropa. Pada April 2026, semua negara Schengen sudah akan sepenuhnya menggunakan sistem ini.

Kenapa harus pakai sistem digital?

Secara praktis, ada banyak keuntungan. Proses perbatasan jadi lebih cepat, potensi dokumen palsu bisa ditekan, dan data perjalanan lebih mudah dilacak. Jadi, meski kehilangan cap paspor terasa menyedihkan, logikanya memang masuk akal.

“Dunia memang sedang bergerak meninggalkan cap paspor fisik. Fokusnya ada pada keamanan, efisiensi, dan standarisasi data,” jelas Gabe Saglie, Senior Editor di Travelzoo.

Selain Eropa, negara lain seperti Australia, Singapura, Hong Kong, Argentina, hingga Inggris sudah lebih dulu menghapus cap paspor.

Bahkan Amerika Serikat mulai memperluas program digital seperti Global Entry, TSA PreCheck, dan Clear Plus. Sama kayak di kantor, dunia perjalanan sekarang makin paperless.

Nostalgia yang hilang

Baca Juga: Dua Bulan Berturut-turut, Jawa Barat Menempati Peringkat Pertama Angka PHK Tertinggi di Indonesia

Meski sistem ini lebih canggih, nggak sedikit traveller yang merasa kehilangan. Buat mereka, setiap cap punya cerita sendiri. Bayangkan membuka paspor lama dan melihat cap yang sudah memudar, langsung teringat perjalanan ke Thailand, Eropa, atau Jepang beberapa tahun lalu.

Sekarang, momen seperti itu mungkin tak akan ada lagi.

“Bagi banyak orang, mengoleksi cap paspor adalah tradisi berharga. Hilangnya catatan fisik ini bisa menimbulkan efek emosional,” kata Katy Nastro, travel expert di Going.

Halaman:

Tags

Terkini