5 Cara Sederhana untuk Jadi Lebih Optimis, Baik dalam Hidup dan Juga saat Bekerja

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 13 September 2025 | 17:50 WIB
Sikap optimis-realistis bisa membantu kamu menghadapi tantangan dengan kepala tegak, hati tenang, dan semangat yang lebih besar. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Sikap optimis-realistis bisa membantu kamu menghadapi tantangan dengan kepala tegak, hati tenang, dan semangat yang lebih besar. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Pernahkah kamu bertemu orang yang selalu bisa melihat sisi positif dari setiap masalah? Mereka seakan punya “kacamata optimis” yang membuat hidup terasa lebih ringan.

Kabar baiknya, optimisme itu bukan bawaan lahir.

Memang, ada orang yang secara genetik lebih optimis, tetapi sebagian besar dari kita sebenarnya bisa belajar untuk jadi lebih positif dalam melihat hidup.

Termasuk di tempat kerja.

Nah, kalau kamu ingin melatih diri supaya lebih optimis, berikut lima strategi yang bisa dicoba.

  1. Temukan tujuan dalam pekerjaan dan kehidupan

Hidup yang punya tujuan membuat kamu merasa lebih berarti.

Misalnya, kalau kerja kamu bukan sekadar mencari gaji, tetapi juga untuk belajar, membantu orang lain, atau membangun masa depan, otomatis energi positif akan lebih terasa.

Seperti kata Leah Weiss, profesor di Stanford, “Ketika kita bekerja dengan tujuan, kita jadi lebih siap melihat gelas setengah penuh.”

Jadi, coba tanyakan ke diri sendiri, “Apa tujuan saya sekarang?”

Baca Juga: 5 Tips Menjaga Pikiran Tetap Waras Saat Mengikuti Berita yang Bikin Stres Belakangan Ini

  1. Sadari pikiran negatif

Pikiran pesimis itu wajar, tetapi jangan sampai dibiarkan menguasai kepala. Mindfulness atau kesadaran penuh bisa membantu.

Richard Davidson, profesor psikologi di University of Wisconsin, membuktikan lewat penelitian bahwa orang yang rutin meditasi mindfulness beberapa jam dalam seminggu, jadi lebih tenang, berenergi, dan positif.

Jadi, lain kali pikiran negatif muncul, coba berhenti sebentar, tarik napas, dan sadari apa yang kamu rasakan.

  1. Kelilingi diri dengan orang-orang positif

Pernah merasa semangat ikut naik saat bersama teman-teman yang ceria? Itu bukan kebetulan karena menurut Nicholas Christakis dari Harvard, emosi itu menular.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: The CEO Magazine

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X