news

Menkeu Purbaya Ingatkan Anak Muda Jangan FOMO Soal Investasi dan Belanja, apalagi Pakai Paylater!

Rabu, 17 September 2025 | 20:20 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan anak muda agar tidak FOMO saat mau berinvestasi. (Kemenkeu)

PejuangKantoran.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pesan khusus kepada anak muda yang ingin mulai mengatur keuangan dan berinvestasi.

Ia menekankan pentingnya belajar terlebih dahulu sebelum terjun dan bukan sekadar ikut-ikutan atau karena takut ketinggalan tren atau istilah kerennya, fear of missing out (FOMO).

“Kalau mau berinvestasi di instrumen apapun, pelajari dulu apa itu instrumennya. Jangan ikut-ikutan orang, jangan FOMO. Kalau dipelajari dengan baik, mereka pasti berhasil,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Baca Juga: Soal Kepsek SMPN 1 Prabumulih yang Dimutasi, Wali Kota dan Disdik Punya Dua Pendapat Berbeda

Purbaya juga menyinggung soal kebiasaan belanja, terutama bagi kaum perempuan. Menurutnya, berbelanja tidak masalah, baik barang murah maupun mahal, asalkan sesuai kemampuan.

“Belanja nggak apa-apa, tapi sesuaikan dengan kantong sendiri. Jangan sampai berhutang,” ujarnya.

Gen Z lebih suka paylater

Pendapat Menteri Keuangan kelahiran 7 Juli 1964 ini sesuai dengan pendapat para perencana keuangan yang menyoroti tren anak muda. Gen Z saat ini lebih memilih layanan "buy now pay later" (BNPL) atau paylater ketimbang kartu kredit.

CEO dan Founder Finansialku, Melvin Mumpuni, mengatakan kemudahan akses menjadi alasan utama. Saat ini, paylater memang sudah tersedia di berbagai aplikasi yang dekat dengan keseharian anak muda.

“Gen Z bisa akses paylater lewat aplikasi ojek online, pesan makanan, dompet digital, beli pulsa, sampai top up game,” ujarnya kepada Bloomberg Technoz, Senin (8/9/2025).

Baca Juga: Ghost Vacationing, Tren Liburan Diam-Diam yang Mulai Marak di Dunia Kerja

Selain itu, banyak bisnis yang memberi promo khusus jika menggunakan paylater.

“Misalnya ada potongan harga kalau bayar makanan lewat paylater. Itu yang bikin konsumen tergiur,” tambah Melvin.

Hal lain yang membuat paylater diminati adalah limit kredit yang relatif kecil, umumnya di bawah Rp3 juta. Jumlah ini dianggap lebih ringan dan praktis dibanding kartu kredit yang punya limit lebih besar.

Strategi fiskal Purbaya dipertanyakan

Halaman:

Tags

Terkini