news

Ditodong Tretan Muslim soal Target 19 Juta Lapangan Kerja, Ini Jawaban Menaker Yassierli

Minggu, 21 September 2025 | 13:34 WIB
Ditagih janji 19 juta lapangan kerja oleh Tretan Muslim, Menaker Yassierli tertawa. (Youtube/Tretan Universe)

PejuangKantoran.com - Pemerintah tengah menyusun sejumlah program strategis untuk membuka lapangan kerja di Indonesia seluas-luasnya. Dalam program 17 Paket Stimulus Ekonomi, misalnya, ada lima program prioritas yang disebut akan menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai sektor.

Namun meski ada program prioritas tersebut berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengakui target program strategis dalam membuka 19 juta lapangan kerja tidak semudah membalik telapak tangan.

Pasalnya, dalam perekrutan karyawan di berbagai daerah terdapat sejumlah regulasi yang dinilai menyulitkan warga. Hal ini terutama akan dirasakan oleh para fresh graduate yang masuk ke dalam kompetisi dunia kerja.

Baca Juga: Cermati.com Butuh Komandan Lapangan yang Jago Jualan buat Tim Sales Promoter

Menaker Yassierli menanggapi hal tersebut saat menjawab pertanyaan Tretan Muslim dalam podcast YouTube Tretan Universe yang tayang Jumat (19/9/2025).

1. Soal target 19 juta lapangan kerja

"Pertanyaannya yang enteng-entang saja, Pak. Mana 19 juta lapangan kerja?" todong Muslim.

Yassierli terkekeh mendengar pertanyaan itu sebelum menjawab, "Itu bukan pertanyaan enteng."

Ia lantas menjelaskan terkait pertumbuhan kerja di Indonesia yang sebesar 3 juta per tahun.

"Jadi memang pertumbuhan angkatan kerja di Indonesia setiap tahun itu sekitar 3 juta. Jadi kan kalau kita bicara target 5 tahun, itu berarti kan sekitar 15 juta," jelas Yassierli.

Baca Juga: Pindah Kerja demi Gaji Lebih Tinggi? Hati-Hati, Bisa Jadi Kamu Malah Tidak Happy!

"Presiden menyampaikan, dari semua program prioritas salah satunya peningkatan lapangan kerja," imbuhnya.

2. Jepang undang tenaga kerja asing

Yassierli juga menuturkan bahwa tenaga kerja di Indonesia memiliki peluang kerja ke luar negeri. Menteri yang juga pakar argonomi industri itu lalu memberikan contoh dalam perekrutan tenaga kerja di Jepang.

"Kita juga punya potensi penyerapan tenaga kerja kita ke Jepang, dari satu negara itu saja membuka 800 ribu per tahun. Bisa magang, dan sebagai pekerja migran," kata Yassierli.

Halaman:

Tags

Terkini