PejuangKantoran.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek strategis nasional yang dimulai sejak masa Presiden Joko Widodo.
Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah, IKN ditargetkan resmi menjadi Ibu Kota Politik Indonesia pada 2028.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa Perpres ini memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan investor bahwa pembangunan IKN akan terus berjalan.
Baca Juga: Cara Menkeu Purbaya Bikin Rakyat Jadi Melek Ekonomi, karena Istilah Asing Jadi Mudah Dipahami
Pemerintah ingin memastikan tidak ada keraguan terhadap keberlanjutan proyek ini. Dalam Perpres tersebut, pemerintah menargetkan pemindahan aparatur sipil negara (ASN) dilakukan secara bertahap.
Pada tahap awal, sekitar 1.700 hingga 4.100 ASN siap pindah ke IKN. Jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 9.500 ASN pada 2029.
Infrastruktur yang sudah dibangun
Untuk mendukung pemindahan tersebut, hingga September 2025 telah tersedia 44 tower hunian siap huni dan beberapa tower lain yang sedang diselesaikan pembangunannya.
Tahap pertama pembangunan IKN (2022-2024) telah menghasilkan sejumlah infrastruktur penting seperti:
• Istana Garuda dan kantor pemerintahan
• Hunian untuk ASN dan menteri
• Rumah sakit, hotel, dan bandara VVIP
• Sistem Bangunan Gedung Hijau dan Bangunan Gedung Cerdas
• Command Center berbasis CCTV, drone, dan IoT
Baca Juga: 4 Cara Sederhana Pemimpin Membuat Tim Merasa Dihargai, baik melalui Kritik atau Apresiasi
Beberapa proyek besar seperti Istana Wakil Presiden, Masjid Negara, hunian ASN tambahan, dan Tol Balikpapan-IKN masih dilanjutkan hingga akhir 2025.
Memasuki tahap kedua pada 2025 – 2028, fokus akan beralih ke pemindahan ASN secara besar-besaran, pembangunan gedung legislatif dan yudikatif, serta penataan kawasan Sepaku dan pembangunan fasilitas pendidikan.
Anggaran dan investasi swasta terus mengalir
Pendanaan IKN tidak hanya berasal dari APBN, tetapi juga dari investasi swasta. Hingga September 2025, nilai investasi swasta yang sudah terealisasi mencapai Rp65,3 triliun dari 49 perusahaan.