Cara Menkeu Purbaya Bikin Rakyat Jadi Melek Ekonomi, karena Istilah Asing Jadi Mudah Dipahami

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 29 September 2025 | 21:36 WIB
Cara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan istilah-istilah ekonomi membuat masyarakat jadi lebih paham. (Kemenkeu)
Cara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan istilah-istilah ekonomi membuat masyarakat jadi lebih paham. (Kemenkeu)

PejuangKantoran.com - Sejak Purbaya Yudhi Sadewa dilantik jadi Menteri Keuangan, kamu merasa tidak kalau tiba-tiba obrolan ekonomi tak lagi terdengar “berat” seperti dulu?

Banyak orang yang biasanya alergi sama istilah ekonomi, sekarang malah ikut membahas inflasi, IHSG, bahkan PDB. Mengapa bisa begitu?

Jawabannya sederhana, yaitu karena cara penyampaian Purbaya yang memang sangat mudah dicerna. Kalau biasanya pejabat bicara ekonomi seperti membaca jurnal skripsi, Purbaya lebih seperti temen nongkrong yang menjelaskan menggunakan bahasa sehari-hari.

Baca Juga: 4 Cara Sederhana Pemimpin Membuat Tim Merasa Dihargai, baik melalui Kritik atau Apresiasi

Bahkan, komentar warganet di Instagram juga lebih banyak positif. Misalnya akun @rudi.gand yang bilang, “Semenjak Purbaya naik, saya anak teknik elektro sudah check out buku pengantar ilmu ekonomi.”

Namun, akun lain seperti @irwanbca juga berharap, “Semoga ini bener era baru dalam perbaikan kondisi keuangan negara kita. Tuhan lindungi beliau.”

Akun @lianatrisnawati juga menulis, “Wait and see, berharap ekonomi Indonesia lebih baik.”

Nah, supaya kamu bisa ikutan nyambung kalau Purbaya bicara soal ekonomi, kenali dulu beberapa istilah ekonomi yang sering dia sebut.

1. Bank sentral alias Bank Indonesia (BI)

Ini “orang tua” dalam urusan uang negara. Tugasnya banyak, tetapi yang utama adalah menjaga nilai mata uang tetap stabil, mengatur perbankan, dan memastikan sistem pembayaran negara tidak terhambat.

Baca Juga: Referensi Profesional vs Referensi Personal, Mana yang Harus Kamu Cantumkan di Lamaran Kerja?

Jadi, kalau kamu transfer uang terus lama tidak sampai, bisa jadi mereka lagi kerja keras di balik layar.

2. Kebijakan fiskal vs kebijakan moneter

Kalau disederhanakan, penjelasannya seperti ini:

• Kebijakan fiskal dipegang pemerintah, yang fokusnya untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran negara, seperti pajak, bantuan sosial, dll.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Instagram @theeconomicinfluence.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X