news

Dijanjikan Gaji hingga Rp20 Juta per Bulan, 110 WNI Malah Jadi Korban Online Scam di Kamboja

Jumat, 24 Oktober 2025 | 17:29 WIB
Sebanyak 110 WNI diduga dijebak untuk bekerja di perusahaan online scam. (Instagram @indonesiainphnompenh)

PejuangKantoran.comRatusan Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban penipuan tenaga kerja di Kamboja. Mereka diduga dijebak untuk bekerja di perusahaan online scam.

Insiden ini sempat menimbulkan kericuhan saat para korban mencoba kabur dari tempat kerja mereka di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh menerima laporan kericuhan itu pada 17 Oktober 2025. Awalnya, disebutkan ada 97 WNI yang melarikan diri, tetapi data terbaru menyebutkan jumlahnya meningkat menjadi 110 orang.

Baca Juga: Cegah Penipuan Tenaga Kerja, Pemerintah Telusuri 4 – 5 Penerbangan dalam Seminggu ke Kamboja

KBRI menyampaikan bahwa seluruh WNI tersebut kini diamankan oleh pihak imigrasi Kamboja di pusat detensi atau penampungan imigrasi Preak Pnov, Phnom Penh. Mereka sedang menjalani pendataan sebelum dipulangkan ke Indonesia.

“Sejak 17 Oktober 2025, KBRI Phnom Penh terus berkoordinasi dengan kepolisian dan otoritas Kamboja untuk memastikan perlindungan bagi seluruh WNI,” tulis KBRI di akun Instagram resminya, @indonesiainphnompenh, pada Rabu (22/10/2025).

Rencananya, 67 orang dari 110 WNI itu dipulangkan ke Indonesia antara 22 – 24 Oktober 2025.

Dijanjikan kerja di Malaysia, ternyata dibawa ke Kamboja

Salah satu korban penipuan tenaga kerja tersebut adalah V, warga asal Kota Tangerang. Kakaknya, Gergorio El Nino Andries, menceritakan bahwa V awalnya dijanjikan pekerjaan di Malaysia sebagai pegawai restoran.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Mantan Pekerja Sritex, Ribuan Sudah Bekerja Lagi dan Hak-Hak Tetap Diperjuangkan

Ia bahkan sempat membuat paspor untuk keperluan itu. Namun, kenyataannya V justru dibawa ke Vietnam dan kemudian diselundupkan ke Kamboja lewat jalur darat.

“Adik saya bilang ternyata dia dibawa ke tempat kerja penipuan online. Di sana bahkan ada orang yang disiksa dengan setrum,” kata Nino, saat dihubungi KumparanNews.

V akhirnya berhasil kabur bersama beberapa pekerja lain setelah melihat rekannya terluka karena disiksa. Mereka kemudian diselamatkan polisi Kamboja dan dibawa ke tempat penampungan.

Kondisinya saat ini dikabarkan aman, meski masih berada di tempat penampungan tersebut dan belum bisa keluar.

Halaman:

Tags

Terkini