Anak Muda Yakin Bisa Punya Rumah dalam 10 Tahun, Meski Harga Kian Tak Terjangkau

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 08:01 WIB
ilustrasi rumah (Dok. Krisbow)
ilustrasi rumah (Dok. Krisbow)

PejuangKantoran.com - Harga rumah di pusat kota yang terus melambung membuat banyak anak muda memilih tinggal di hunian sewa seperti kontrakan, apartemen, kost, atau co-living.

Namun, survei terbaru dari penyedia hunian modern Cove menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen penyewa muda di Jabodetabek masih optimistis bisa membeli rumah sendiri dalam waktu 10 tahun ke depan.

Meski memiliki keyakinan tersebut, banyak dari mereka juga mengaku khawatir soal harga properti yang tinggi, keterbatasan bujet, dan pentingnya rumah dalam rencana membangun keluarga.

Jakarta yang menjadi pusat ekonomi dan karier membuat banyak pekerja muda memilih hunian sewa di wilayah sekitarnya demi efisiensi waktu dan biaya. Berdasarkan survei, dua alasan utama memilih hunian sewa adalah lokasi yang dekat dengan tempat kerja (40 persen) dan harga yang lebih terjangkau (38 persen).

Baca Juga: Punya Pekerjaan dengan Gaji Tinggi tapi Melelahkan, Cari Tahu Kapan Waktunya Bertahan dan Resign

Menurut Country Director of Growth dan VP Online Marketing Cove, Dian Paskalis, tingginya harga rumah mendorong anak muda mencari alternatif hunian yang lebih fleksibel.

“Keputusan untuk menyewa membantu mereka berhemat dari segi waktu, tenaga, dan biaya, meski belum bisa memiliki rumah sendiri. Co-living yang kami tawarkan menjadi pilihan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Rumah masih menjadi impian utama bagi banyak kalangan muda. Saat ini, baru 56 persen yang menilai kepemilikan rumah sebagai hal yang sangat penting. Namun, jika berbicara rencana masa depan, jumlahnya meningkat hingga 83 persen.

Rencana membangun keluarga juga menjadi faktor besar dalam keputusan membeli rumah. Hampir separuh responden mengatakan bahwa menikah atau memiliki anak akan menjadi dorongan kuat untuk segera membeli hunian pribadi. Bahkan 44 persen mengaku belum berani berkeluarga sebelum memiliki rumah sendiri.

Baca Juga: Waspada Bagi Content Creator, Berisiko Tinggi Terkena Carpal Tunnel Syndrome Sehingga Produktivitas Turun!

Meski tantangan seperti harga rumah yang tinggi (68 persen), penghasilan yang belum mencukupi (47 persen), serta biaya cicilan dan uang muka (43 persen) masih dirasakan berat, optimisme tetap ada. Banyak yang percaya kondisi ekonomi akan membaik, dan impian memiliki rumah dapat terwujud dalam satu dekade mendatang.

Rata-rata responden bersedia mengalokasikan bujet sekitar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan untuk keperluan sewa atau cicilan rumah. Menurut Dian, anak muda cenderung tidak mau berkompromi pada desain, lokasi, dan kenyamanan meski harga menjadi pertimbangan utama.

“Co-living hadir menjawab kebutuhan hunian yang fleksibel, fungsional, dan estetik, cocok bagi mereka yang ingin hidup mandiri di kota besar sambil menabung untuk rumah impian,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X