Ada juga yang menambahkan contoh nyata, “Suami rajin salat dan ikut pengajian, tapi malas cari nafkah. Istri nggak boleh kerja, akhirnya anaknya yang disuruh bantu keluarga. Padahal bapaknya sehat.”
Warganet lainnya menulis, “Agama apa pun ngajarin keseimbangan, jangan berat sebelah. Dunia dan akhirat itu harus jalan bareng.”
Baca Juga: 6 Cara Sistematis untuk Memahami Audiens Agar Komunikasi Kamu Menjadi Efektif
Namun, tidak semua setuju dengan pendapat Yudo. Beberapa orang menilai kata-katanya terlalu keras dan sebaiknya tidak diucapkan di depan publik, apalagi karena ia adalah anak pejabat negara.
Perdebatan ini menunjukkan bahwa topik soal agama memang sangat sensitif di Indonesia. Meski begitu, banyak yang menganggap putra Menteri Keuangan itu berani mengungkap hal yang sering dipikirkan banyak orang, tetapi jarang dibicarakan.
Apapun tanggapan masyarakat, satu hal yang pasti, yaitu Yudo Sadewa berhasil memantik diskusi besar soal bagaimana kita memahami dan mempraktikkan agama dalam kehidupan sehari-hari.