3 Tips Keuangan untuk Mendukung Rencana Slow Living Kamu di Masa Pensiun

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 4 November 2025 | 10:10 WIB
Salah satu kebiasaan bagus adalah menyisihkan uang untuk kebutuhan darurat. (Freepik)
Salah satu kebiasaan bagus adalah menyisihkan uang untuk kebutuhan darurat. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Menjalani slow living bukan hanya soal pindah ke kota yang lebih tenang, ada aspek keuangan yang juga perlu diperhatikan agar gaya hidup ini bisa berjalan dengan stabil. 

Prioritaskan kebutuhan
Hidup sederhana tapi bermakna berarti lebih fokus pada pengeluaran yang benar-benar penting. Alih-alih mengikuti tren belanja, lebih baik mengalokasikan dana untuk hal yang meningkatkan kualitas hidup seperti kesehatan, rumah yang nyaman, atau pengalaman bermakna bersama orang terdekat. 

Baca Juga: 10 Negara Tujuan Mahasiswa Internasional untuk Melanjutkan Studi di Bidang AI, Jerman Masih Favorit!

Sederhanakan pengelolaan keuangan
Atur pos keuangan menjadi tiga kategori utama: kebutuhan pokok, tabungan/investasi, dan kesenangan pribadi. Gunakan fitur otomatis (auto-debet) untuk menabung atau membayar tagihan, sehingga tidak perlu repot mengingat setiap detail transaksi. 

Baca Juga: 10 Negara Tujuan Mahasiswa Internasional untuk Melanjutkan Studi di Bidang AI, Jerman Masih Favorit!

Siapkan cadangan dana (dana darurat)
Rasa tenang dalam slow living sangat dipengaruhi oleh adanya perlindungan finansial ketika muncul kebutuhan tak terduga, misalnya biaya kesehatan atau perubahan kondisi pekerjaan.

Memiliki cadangan dana membuat keputusan besar dalam hidup bisa diambil dengan lebih leluasa, seperti pindah ke kota yang lebih tenang, mengambil cuti panjang, atau memulai usaha kecil sesuai minat. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Ruang Menyala

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X