news

Hewlett Packard akan Memangkas 6.000 Karyawan pada Tahun 2028, Seiring Peralihan ke AI

Kamis, 4 Desember 2025 | 13:19 WIB
Hewlett-Packard mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran yang akan memangkas sekitar 10% tenaga kerjanya secara global. (Unsplash/Gene Gallin)

PejuangKantoran.com - Perusahaan komputer dan printer Hewlett Packard mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran yang akan mengurangi sekitar 10% tenaga kerjanya secara global.

Langkah HP memberhentikan karyawan ini diambil sebagai bagian dari pergeseran strategi perusahaan yang semakin fokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi.

Dalam laporan keuangan terbarunya, HP memperkirakan akan mengurangi jumlah karyawan secara global sebanyak 4.000 hingga 6.000 orang. Saat ini, HP memiliki sekitar 56.000 karyawan.

Baca Juga: Kenali Istilah Marketing dari Diamnya Kopi Tuku atas Kasus Tumbler Hilang di KRL

Perampingan ini dilakukan untuk mempercepat adopsi teknologi AI demi peningkatan inovasi dan kepuasan pelanggan. 

“Saat melihat ke depan, kami melihat peluang signifikan untuk menanamkan AI ke dalam HP untuk mempercepat inovasi produk, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan meningkatkan produktivitas," ujar CEO HP, Enrique Lores.

Lores bilang, tim yang bergerak di bidang pengembangan produk, operasi internal, dan layanan pelanggan akan terdampak oleh pemangkasan ini.

Ia juga bilang langkah tersebut diperkirakan akan mampu menghemat sebesar $1 miliar per tahun pada 2028, meski biaya awal pemangkasan diprediksi mencapai $650 juta.

Sebagian besar posisi karyawan yang berisiko untuk dirumahkan berada di area legal dan administratif. Tugas-tugas seperti entri data, pemrosesan keuangan, dan penyusunan dokumen diperkirakan akan lebih banyak dikerjakan oleh sistem AI.

Meski begitu, peran manusia tetap dibutuhkan untuk merancang, mengawasi, dan melakukan verifikasi.

Baca Juga: Google Photos Recap Kumpulkan Foto Terbaik Kamu sepanjang 2025, Plus Jumlah Foto Selfie Kamu!

Untuk pekerjaan fisik yang berbahaya, seperti pengoperasian mesin tertentu, perusahaan mempertimbangkan penggunaan robot sebagai pengganti.

Langkah HP memberhentikan karyawan ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi, di mana perusahaan berlomba-lomba berinvestasi dalam AI sekaligus menggunakan teknologi tersebut untuk menekan biaya operasional.

Raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, dan Amazon juga telah melakukan pengurangan tenaga kerja dalam dua tahun terakhir, dengan alasan mengalihkan sumber daya (termasuk SDM) ke inisiatif berbasis AI.

Para analis industri menilai bahwa otomasi AI paling banyak memengaruhi posisi yang bergerak di bidang layanan pelanggan, moderasi konten, entri data, serta beberapa jenis pekerjaan pemrograman.

Halaman:

Tags

Terkini