news

Takut Bangkrut, CEO Nvidia Jensen Huang Mengaku Bekerja 7 Hari Seminggu termasuk Hari Libur

Sabtu, 6 Desember 2025 | 19:24 WIB
CEO Nvidia Jensen Huang mengaku bekerja selama tujuh hari seminggu karena selalu merasa takut perusahaannya bangkrut. (Nvidia.com)

PejuangKantoran.com - Nvidia boleh saja sudah mencatatkan diri sebagai perusahaan paling berharga di dunia. Namun CEO-nya, Jensen Huang, mengaku bahwa ia masih menjalankan perusahaannya dengan rasa cemas yang terus-menerus karena takut bangkrut.

"Anda tahu kan, ungkapan '30 hari sebelum bangkrut' yang telah saya gunakan selama 33 tahun," kata Huang dalam sebuah episode The Joe Rogan Experience. "Tetapi perasaan itu tidak berubah. Rasa rentan, rasa tidak pasti, rasa tidak aman, itu masih saya rasakan."

Nvidia telah menjadi salah satu pemimpin dalam persaingan AI. Huang memulai usahanya sebagai produsen kartu grafis, yang kemudian berkembang menjadi pusat teknologi, membangun chip, sistem, dan perangkat lunak yang mendukung sebagian besar model AI besar di pusat data cloud di seluruh dunia.

Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Abaikan Larangan Gubernur Mualem untuk Pergi Umrah di Tengah Bencana

Bulan lalu, Nvidia menjadi perusahaan publik pertama yang mencapai kapitalisasi pasar sebesar $5 triliun. Namun Huang masih belum bisa menghilangkan perasaan bahwa perusahaannya bisa lenyap dalam semalam.

"Lelah sekali rasanya," keluhnya, sambil menambahkan bahwa rasa cemas masih selalu ia rasakan.

Orang terkaya urutan ke-8 di dunia itu mengungkapkan bahwa ia masih bekerja tujuh hari seminggu. Tidurnya nggak pernah nyenyak, karena sering terjaga untuk memastikan mimpi buruknya tidak terjadi. Ia juga memeriksa emailnya sejak pukul 4 pagi.

"Itu setiap hari. Setiap hari. Tidak ada satu hari pun yang terlewat. Termasuk Thanksgiving, Natal," ujarnya.

Takut gagal jadi motivasi utamanya

Jensen Huang menceritakan sebuah insiden pada pertengahan 1990-an, ketika perusahaan menyadari bahwa teknologi grafis pertamanya cacat tepat ketika sedang mengembangkan chip untuk konsol gim Sega berikutnya.

Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Kepergok Lagi Umrah bersama Istri usai Nyatakan Tak Sanggup Atasi Bencana

Dengan uang yang hampir habis, ia terbang ke Jepang untuk memberi tahu CEO Sega bahwa produk tersebut tidak akan berfungsi dan mereka harus membatalkan kesepakatan. Namun, ia juga mengakui Nvidia butuh pembayaran terakhir sebesar $5 juta untuk tetap bertahan.

Sega mengubah sisa dana menjadi investasi, memberikan perusahaan rintisan yang sedang kesulitan itu modal yang dibutuhkan untuk bertahan.

“Penderitaan adalah bagian dari perjalanan. Anda akan menghargai perasaan-perasaan buruk yang Anda rasakan ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik. Anda akan jauh lebih menghargainya ketika semua berjalan dengan baik,” tambahnya.

Ia pernah menyarankan para mahasiswa Stanford untuk menikmati rasa sakit dan penderitaan selagi masih belajar. Buat dia, kesulitan adalah kunci untuk memiliki ketahanan, ekspektasi yang rendah, dan pada akhirnya kesuksesan.

Halaman:

Tags

Terkini