Kelompokan sampah:
1. Sampah organik: sisa makanan, kulit buah, sayur, ampas kopi/the, daun
Sampah anorganik bernilai: botol plastik (PET), gelas plastik bersih, kardus, kertas, kaleng/logam
2. Sampah residu: tisu kotor, popok, kemasan multilayer (sachet), styrofoam
Dampak: Sampah yang tidak dipilah hampir pasti masuk ke TPA.
Mengurangi Sampah Organik
Di kota secara umum, sekitar 50–60% sampah domestik adalah organik.
1. Komposter Ember
Selain bisa membuat sendiri komposter ember, di marketplace juga sudah banyak yang menjual, Gunakan alat ini untuk menampung sampah organik dan bahan kering (daun, kertas).
Dampak: Satu keluarga bisa mengurangi 2–3 kg sampah/hari ke TPA.
2. Lubang Biopori (halaman sempit)
Diisi sampah organik, sehingga juga berfungsi memperbaiki resapan air.
3. Untuk rumah tanpa halaman (apartemen/kos)
- Pisahkan organik dan tiriskan.
- Buang di hari yang sama.
- Gabung program kompos kolektif RT/RW
Mengelola Sampah Anorganik Bernilai
Langkah sederhana, bersihkan botol plastik dan kaleng, keringkan, simpan lalu salurkan lewat bank sampah RT/RW, pemulung, drop point komunitas, program CSR/retailer tertentu