Darurat Sampah Kota Tangsel, Warga Bisa Aktif Melakukan Langkah-Langkah Ini Untuk Mengurangi Sampah!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 30 Desember 2025 | 16:45 WIB
Ilustrasi pengelolaan sampah organik dari rumah tangga bisa membantu mengurangi volume sampah. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi pengelolaan sampah organik dari rumah tangga bisa membantu mengurangi volume sampah. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Kelompokan sampah:

1. Sampah organik: sisa makanan, kulit buah, sayur, ampas kopi/the, daun

Sampah anorganik bernilai: botol plastik (PET), gelas plastik bersih, kardus, kertas, kaleng/logam

2. Sampah residu: tisu kotor, popok, kemasan multilayer (sachet), styrofoam

Dampak: Sampah yang tidak dipilah hampir pasti masuk ke TPA.

Mengurangi Sampah Organik

Di kota secara umum, sekitar 50–60% sampah domestik adalah organik.

1. Komposter Ember

Selain bisa membuat sendiri komposter ember, di marketplace juga sudah banyak yang menjual, Gunakan alat ini untuk menampung sampah organik dan bahan kering (daun, kertas).

Dampak: Satu keluarga bisa mengurangi 2–3 kg sampah/hari ke TPA.

2. Lubang Biopori (halaman sempit)

Diisi sampah organik, sehingga juga berfungsi memperbaiki resapan air.

3. Untuk rumah tanpa halaman (apartemen/kos)

  • Pisahkan organik dan tiriskan.
  • Buang di hari yang sama.
  • Gabung program kompos kolektif RT/RW

Mengelola Sampah Anorganik Bernilai

Langkah sederhana, bersihkan botol plastik dan kaleng, keringkan, simpan lalu salurkan lewat bank sampah RT/RW, pemulung, drop point komunitas, program CSR/retailer tertentu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, kompas.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X