Darurat Sampah Kota Tangsel, Warga Bisa Aktif Melakukan Langkah-Langkah Ini Untuk Mengurangi Sampah!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 30 Desember 2025 | 16:45 WIB
Ilustrasi pengelolaan sampah organik dari rumah tangga bisa membantu mengurangi volume sampah. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi pengelolaan sampah organik dari rumah tangga bisa membantu mengurangi volume sampah. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah. Status ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025 dan berlaku mulai 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Meskipun ada batas waktu akhir, namun status tanggap darurat ini masih bisa dilanjutkan jika masih dibutuhkan. Menurut Kepala Diskominfo Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025), Pemkota Tangsel juga menyediakan langkah-langkah perbaikan untuk urusan sampah ini.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga menyediakan kompensasi dampak negatif (KDN) bagi warga sekitar TPA Cipeucang yang selama ini menjadi tempat pembuangan akhir sampah dari wilayah Kota Tangerang Selatan.

Tentu saja warga juga bisa berpartisipasi aktif dalam status tanggap darurat sampah ini. Partisipasi dan peran warga selain patuh pada arahan pemkot, mengikuti jadwal pengangkutan sampah, dan melaporkan kondisi di lapangan, warga juga bisa:

  • Pemilahan sampah rumah tangga:
    Selama krisis, pisahkan sampah organik dan non-organik di rumah.
  • Mengurangi produksi sampah:
    Mengurangi volume sampah (misalnya dengan lebih banyak mengurangi dan mengelola sendiri organik) sampai sistem normal kembali.

Baca Juga: Penerapan 3R Reduce, Reuse, Recycle, Mengolah dan Mengubah Sampah Menjadi Berkah

Mengurangi dan Mengelola Sampah Mandiri

Mengurangi dan mengelola sampah secara mandiri di setiap rumah adalah penting dan mudah untuk dilakukan. Karena krisis sampah tidak bisa diselesaikan hanya di TPA. TPA adalah ujung, bukan solusi.

Dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup, seperti yang dimuat di Kompas.id, menunjukkan bahwa produksi sampah harian di Tangerang Selatan mencapai 1.022 ton per hari atau 373.267 ton sepanjang tahun 2024.

Komposisi sampah pada tahun 2024 itu didominasi oleh sampah makanan (45,23 persen), lalu kayu dan ranting (16,32 persen), plastik (15,27 persen), kertas dan kardus (9,13 persen), kain (1,47 persen), logam (0,28 persen), kaca (0,15 persen), dan jenis sampah lainnya (12,15 persen).

Sampah rumah tangga menyumbang porsi terbesar, yaitu 77,41 persen per hari, lalu sampah dari kegiatan usaha (12,39 persen), fasilitas umum (5,09 persen), perkantoran (1,21 persen), dan sumber lain (3,45 persen).

Melihat data tersebut, jelas peran aktif dari warga untuk mengurangi dan mengelola sampah domestik menjadi sangat perlu.

Baca Juga: Tak Henti Bikin Penggemar Kagum, Coldplay Sumbangkan Kapal Pembersih Sampah untuk Indonesia

Berikut panduan cara memilah dan mengurangi sampah domestik yang realistis, aktif, dan mandiri untuk dilakukan warga.  Pendekatan ini disusun bertingkat (praktis dan berdampak) agar bisa langsung diterapkan di rumah tangga.

Prinsip Dasar: Pilah di Sumber (Rumah Tangga)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, kompas.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X