news

Siapa Saja Tokoh Elite Global yang Disebut dalam Skandal yang Diungkap dalam Epstein Files?

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:55 WIB
Virginia Giuffre (tengah) bersama Pangeran Andrew dan Ghislaine Maxwell, yang disebut sebagai orang yang berperan merekrut calon korban Jeffrey Epstein. (Virginia Giuffre)

PejuangKantoran.com - Istilah "Epstein Files" atau Berkas Epstein, yang sedang banyak diperbincangkan, merujuk pada dokumen yang dikumpulkan sebagai bukti dalam kasus pidana terhadap Jeffrey Epstein dan rekan-rekannya.

Berkas tersebut disimpan dalam bentuk lebih dari 300 gigabyte data, ditambah media lain, dalam sistem manajemen kasus Sentinel FBI. Dokumen yang dimaksud termasuk buku kontaknya, catatan penerbangan pesawatnya, dan dokumen pengadilan.

Misalnya, dokumen pengadilan dan catatan penerbangan yang sudah memuat berbagai individu terkemuka yang pernah bepergian dengan Epstein, atau pernah berhubungan dengan pengusaha keuangan Amerika yang terbukti sebagai pelaku kejahatan seksual itu.

Baca Juga: Yang Lagi Rame: Epstein Files, Dokumen Rahasia yang Mengungkap Skandal Para Petinggi Dunia

Pada November 2025, tiga email, yang diperoleh dari harta warisan Epstein, menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump mengetahui praktik perdagangan seks Epstein. Trump sudah lama membantah bahwa dirinya mengetahui kejahatan Epstein tersebut.

Kemudian tanggal 19 Desember 2025, sesuai dengan undang-undang Epstein Files Transparency Act, Departemen Kehakiman merilis ratusan ribu dokumen. Dokumen tersebut mencakup beberapa foto mantan Presiden AS Bill Clinton dan selebriti lainnya yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Sebagian besar isi dokumen tersebut sudah disensor, sehingga menuai kritik dari anggota parlemen Demokrat dan beberapa anggota parlemen Republik serta para korban Epstein.

Mereka merasa pengungkapan itu belum cukup transparan. Namun secara hukum, memang ada banyak batasan yang diberlakukan. Dokumen tidak boleh membuka identitas korban, informasi keamanan nasional, penyelidikan yang masih berjalan, dan konten kekerasan terhadap anak.

Hanya saja, banyak pihak menilai penyensorannya melampaui batas-batas tersebut.

Siapa saja yang terlibat?

Dari dokumen yang sudah dibuka, ada berbagai temuan menarik. Salah satunya email internal FBI tahun 2019 yang menyebut kemungkinan adanya 10 orang yang terseret skandal ini. Sebagian sudah dipanggil dengan surat panggilan, sebagian belum.

Baca Juga: Kejutan Grammy Awards 2026 dari Busana Para Musisi, dari Roan Chappell hingga Justin Bieber

Nama Ghislaine Maxwell sebagai rekan dekat Jeffrey Epstein muncul jelas dalam dokumen. Maxwell, yang berperan penting mendatangkan para perempuan di bawah umur sebagai korban Epstein, sudah dihukum 20 tahun penjara pada 2022.

Virginia Giuffre, salah satu korban yang pada tahun 2015 mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Maxwell, diketahui masih bekerja di klab milik Donald Trump di Mar-a-Lago, di Florida, ketika didekati Maxwell. Virginia, yang masih 17 tahun saat itu, diiming-imingi menjadi pemijat pribadi Epstein. Dari peristiwa itulah semua musibah yang dialami Virginia berawal.

Foto Virginia bersama Pangeran Andrew sudah tersebar sejak 2011, dalam sebuah pesta yang menurutnya melibatkan beberapa gadis di bawah umur dan Epstein sendiri. Virginia mengaku sudah tiga kali mengalami pelecehan seksual oleh Pangeran Andrew.

Halaman:

Tags

Terkini