PejuangKantoran.com - Selama lebih dari empat tahun terakhir, jumlah lapangan kerja di Singapura terus naik. Tren positif ini masih berlanjut sampai penutup tahun lalu.
Antara Oktober sampai Desember 2025 saja, jumlah orang yang bekerja bertambah sebanyak 17.700 orang, demikian menurut laporan dari Kementerian Tenaga Kerja (Ministry of Manpower/MOM).
Ada catatan yang menarik dari laporan ini. Sepanjang tahun 2025, total ada 55.500 lowongan kerja yang tercipta. Dari jumlah tersebut, ternyata 4 dari 5 pekerjaan baru diisi oleh pekerja asing!
Baca Juga: Kreativitas Ternyata Bukan Cuma Milik Anak Muda, Begini Memaksimalkan Potensi sesuai Tahap Usia
Pekerja asing (non-residen) mengambil jatah sekitar 43.900 posisi, sementara warga lokal (Singapura dan PR) hanya bertambah 11.600 orang. Rasio empat banding satu ini memang kelihatan mencolok, tapi sebenarnya ada penjelasan logis di baliknya.
Pekerjaan kasar
Pemerintah Singapura menjelaskan bahwa pekerja lokal dan asing ini sebenarnya tidak bersaing di bidang yang sama. Warga lokal lebih banyak terserap di sektor yang butuh kualifikasi tinggi, seperti jasa keuangan, kesehatan, dan layanan sosial. Bidang-bidang ini biasanya butuh sekolah lama dan sertifikasi khusus.
Di sisi lain, lonjakan pekerja asing hampir seluruhnya didorong oleh pemegang Work Permit di sektor konstruksi. Tahu sendiri kan, kerja di proyek bangunan itu berat secara fisik dan sifatnya per proyek.
Dengan tingkat partisipasi kerja warga lokal yang sudah sangat tinggi (mencapai 85,9%), mencari orang Singapura untuk mengisi pekerjaan kasar di lapangan memang susahnya minta ampun.
Jadi, ketergantungan pada tenaga kerja asing di sektor infrastruktur ini memang sudah jadi struktur ekonomi mereka.
Meski angka lapangan kerja masih naik, ada tanda-tanda kalau masa kejayaan pasar kerja yang superketat mulai lewat. Pertumbuhan di kuartal terakhir tahun 2025 ini melambat cukup tajam dibandingkan kuartal sebelumnya.
Yang agak mengkhawatirkan adalah kondisi di sektor-sektor yang berorientasi ke luar negeri, seperti teknologi informasi (ICT), manufaktur, dan layanan profesional. Untuk kali pertama, sektor-sektor ini mulai mencatat pengurangan jumlah karyawan.
Jadi, pertumbuhan yang kita lihat sekarang sebenarnya cuma ditopang oleh sektor domestik seperti ritel dan administrasi, yang kebetulan lagi ramai karena musim liburan dan acara akhir tahun.
Artinya, sebagian dari pertumbuhan kerja ini sifatnya sementara dan mungkin nggak akan berlanjut ke awal 2026.