PejuangKantoran.com - Perusahaan teknologi yang semula menjadi tempat impian untuk bekerja itu sekarang dianggap tidak menyenangkan lagi oleh karyawan Meta.
Mereka melancarkan protes pada perusahaan terhadap pemasangan teknologi pelacakan perangkat lunak yang bisa melacak pergerakan mouse di komputer mereka.
Para karyawan membagikan selebaran di beberapa kantor Meta di AS pada hari Selasa (12/5/2026) untuk memprotes pemasangan perangkat lunak tersebut.
Baca Juga: Baru Beberapa Bulan Gabung Meta, Alexandr Wang Sudah Tertekan Gaya Kepemimpinan Mark Zuckerberg
Selebaran tersebut muncul di ruang rapat, di mesin penjual otomatis, dan di atas dispenser tisu toilet di kantor pemilik Facebook. Isinya mendorong para staf untuk menandatangani petisi online menentang langkah tersebut.
"Tidak ingin bekerja di Pabrik Ekstraksi Data Karyawan?" tanya mereka dalam selebaran tersebut, menurut foto-foto yang dilihat oleh Reuters.
Timing-nya memang pas banget. Selebaran itu disebarkan sekitar seminggu sebelum Meta disebut akan memberhentikan 10% dari tenaga kerjanya pada 20 Mei, atau sekitar 8.000 dari 78.865 karyawan. PHK lebih lanjut rencananya akan dilakukan pada paruh kedua 2026.
Namun para karyawan pun merasa Meta sedang berubah menjadi tempat yang tidak menyenangkan. Banyak dari mereka yang geram karena merasa data pergerakan mouse itu akan dipakai untuk melatih AI. Mereka takut sedang dipaksa mengajari robot yang nantinya justru akan menggantikan posisi mereka sendiri.
CEO Meta Mark Zuckerberg sendiri pernah mengatakan tahun 2026 akan menjadi tahun di mana AI mulai secara dramatis mengubah cara kita bekerja. Hal itu disampaikannya saat earning call (konferensi pers untuk menyampaikan laporan keuangan) pada bulan Januari.
Di dalam perusahaan, pernyataan itu sekarang diartikan sebagai deskripsi tentang pekerjaan mana yang akan dimasukkan ke dalam kumpulan data.
Baca Juga: Chief AI Officer Meta Alexandr Wang, Sukses Berkat Dukungan Keluarga dan Kejelian Melihat Peluang
Pembelaan dari Meta
Sebelumnya, selama berbulan-bulan karyawan Meta sudah meluapkan kemarahan mereka di platform internal dan forum online terkait rencana perusahaan untuk melakukan PHK besar-besaran tahun ini.
Namun Meta bersikeras dengan langkah yang mereka lakukan. Juru bicara mereka, Andy Stone, tidak menyangkal bahwa teknologi ini diperlukan untuk pengembangan kecerdasan buatan.
"Jika kita membangun asisten pintar untuk membantu orang menyelesaikan tugas sehari-hari, model AI kita butuh contoh nyata tentang bagaimana orang menggunakan komputer, seperti pergerakan mouse, mengklik tombol, dan menavigasi menu naik-turun," demikian bunyi pernyataan dari Meta.