Tidak bisa dimungkiri, AI memang sangat membantu untuk mempercepat dan memperbanyak produksi konten. Perusahaan bisa menghemat waktu dan biaya operasional dalam jumlah besar. Tapi kalau kontennya 100% buatan AI, hasil pemasarannya belum tentu memuaskan.
Data dari Semrush menunjukkan kalau konten buatan manusia masih merajai mesin pencari Google. Kemampuannya menduduki peringkat pertama sebanyak 80%, sedangkan konten murni buatan AI hanya 9%.
Masalah kepercayaan juga jadi taruhannya. Menurut survei Pangram, 69% orang mengaku lebih sulit percaya pada konten yang ditulis oleh AI. Jadi pilihannya ada di tangan pelaku usaha: mau genjot jumlah konten pakai AI, atau menjaga kepercayaan pelanggan dengan tulisan yang otentik?
Buat mereka, nilai jual utamanya sekarang justru ada pada penulis manusia yang bisa membawa sudut pandang orisinal, gaya bahasa yang khas, dan kemampuan membangun hubungan emosional dengan audiens.