PejuangKantoran.com - Waktu teknologi AI pertama kali meledak di pasaran, banyak staf pemasaran dan penulis konten yang merasa cemas. Mereka khawatir posisi mereka bakal digantikan oleh mesin.
Beberapa survei pada tahun 2023 sampai 2024 bahkan merekam jelas kepanikan ini. Lembaga riset Gartner, Inc. sempat mencatat kalau 87% staf pemasaran takut pekerjaan mereka digantikan AI.
Sementara itu, riset dari Funnel menunjukkan 64% di antaranya yakin kalau AI bakal menggantikan peran mereka sepenuhnya dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga: Bukan karena AI, tapi WFH yang Lebih Menyebabkan Sulit Mendapat Pekerjaan Entry Level
Tapi, kondisi sekarang justru berbalik arah. Content writer dan content marketer sekarang ini malah makin dicari. Lucunya, yang paling rajin mencari tenaga manusia ini adalah perusahaan-perusahaan teknologi yang menciptakan AI itu sendiri.
Sebut saja Anthropic, perusahaan di balik Claude. Saat ini mereka sedang membuka lowongan untuk posisi Copy Lead dengan gaji fantastis, sekitar 255.000-320.000 dollar AS (Rp4,5 – Rp5,6 miliar) per tahun.
Bahkan, untuk posisi Head of Copy & Content, mereka berani bayar sampai 400.000 dollar AS (Rp7 miliar) per tahun. Ini tak jauh berbeda dengan OpenAI, pencipta ChatGPT, yang juga menawarkan gaji ratusan ribu dollar untuk posisi content marketer.
Langkah ini bukan menunjukkan suatu kemunduran, melainkan strategi bisnis yang matang. Ada beberapa alasan kuat mengapa Anthropic tetap mempekerjakan tenaga manusia.
Faktor manusia yang unik
Di era digital seperti sekarang, perusahaan tetap butuh penulis yang bisa menyederhanakan konsep teknologi yang rumit menjadi tulisan yang renyah dan enak dibaca.
Baca Juga: Foto dan Suara Sandiaga Uno Dicatut untuk Menipu, Kenali Cara Kerja Penipuan Berbasis AI!
Tugas utama Copy Lead di Anthropic, misalnya, adalah menerjemahkan kemampuan produk yang kompleks menjadi bahasa yang jelas dan menarik.
Selain itu, manusia punya insting bercerita yang tajam (storytelling). AI sampai saat ini masih kaku, kurang peka secara emosional, dan belum bisa membuat sudut pandang tulisan yang benar-benar menarik buat pembaca.
Kitalah yang bisa membuat narasi sebuah merek agar terdengar ramah dan lebih personal, bukan robotik seperti hasil copy-paste dari ChatGPT. Buktinya, lowongan kerja di LinkedIn yang menyertakan kata kunci “storyteller” melonjak dua kali lipat dalam setahun terakhir.
Konten buatan AI sulit terdeteksi Google
Artikel Terkait
Mengenal Billyrrom, Band Soul Funk Asal Tokyo yang akan Tampil di Java Jazz Festival 2026
UNICEF Buka Lowongan Kerja Communications Specialist (Celebrity Partnerships And Campaigns)
16 Anak Muda Indonesia Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2026
Libur Panjang, Warga Jakarta Nggak Cuma Bisa Nonton Jerry Yan, tapi juga Belanja di BeautyFest Asia
Psikolog Soroti Viralitas Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng”, Awas Bisa Memengaruhi Persepsi Publik
Tren Baru, Gen Z di China Pilih Profesi jadi Pendamping Naik Gunung
Ketahui Perbedaan Utama Antara Travel Grant dengan Beasiswa (Scholarship) Supaya Kamu Tahu Minat yang Mana