Punya Claude, Anthropic Malah Buka Lowongan Copywriter dengan Gaji hingga Rp 5M per Tahun

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 1 Juni 2026 | 16:24 WIB
Ilustrasi: Ada alasan kuat mengapa Anthropic tetap mencari tenaga manusia untuk posisi copywriter. (The Australian/Made with AI)
Ilustrasi: Ada alasan kuat mengapa Anthropic tetap mencari tenaga manusia untuk posisi copywriter. (The Australian/Made with AI)

Tidak bisa dimungkiri, AI memang sangat membantu untuk mempercepat dan memperbanyak produksi konten. Perusahaan bisa menghemat waktu dan biaya operasional dalam jumlah besar. Tapi kalau kontennya 100% buatan AI, hasil pemasarannya belum tentu memuaskan.

Data dari Semrush menunjukkan kalau konten buatan manusia masih merajai mesin pencari Google. Kemampuannya menduduki peringkat pertama sebanyak 80%, sedangkan konten murni buatan AI hanya 9%.

Masalah kepercayaan juga jadi taruhannya. Menurut survei Pangram, 69% orang mengaku lebih sulit percaya pada konten yang ditulis oleh AI. Jadi pilihannya ada di tangan pelaku usaha: mau genjot jumlah konten pakai AI, atau menjaga kepercayaan pelanggan dengan tulisan yang otentik?

Buat mereka, nilai jual utamanya sekarang justru ada pada penulis manusia yang bisa membawa sudut pandang orisinal, gaya bahasa yang khas, dan kemampuan membangun hubungan emosional dengan audiens. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X