PejuangKantoran.com – Kasus penculikan dan pembunuhan seorang anak bernama Muhammad Royyan Prasetyo (7) yang dilakukan oleh oknum pengemudi ojol di Kutai Kalimantan Timur, bisa memberikan pelajaran berharga buat kita. Bagaimana kita sebagai kaum Gen-Z bisa membatasi diri ketika bercakap-cakap dengan orang baru, dan baru atau malah sama sekali tidak kita kenal.
Tidak hanya ketika menggunakan transportasi daring, becakap-cakap dan bercerita dengan orang baru yang misalnya kita kenal via aplikasi dating pun tetap harus kita batasi. Obrolan santai yang kadang tidak kita rasakan sebagai sesuatu yang berbahaya bisa menjadi hal yang memicu niat jahat lawan bicara kita.
Baca Juga: Series 'Swipe Right' Angkat Dilema Pencarian Jodoh antara Taaruf dan Aplikasi Kencan
Baca Juga: Gen Z dan Milenial Pilih Cari Pacar di Tempat Kerja daripada Menggunakan Aplikasi Kencan
Berikut tips menjaga batasan informasi (privacy boundary) agar tetap aman tanpa kehilangan sifat ramah:
Batasi Topik Finansial. Jangan pernah menyebutkan nominal uang, aset, atau transaksi besar kepada orang yang tidak dikenal.
Gunakan Small Talk Netral. Alihkan obrolan ke topik umum seperti cuaca, kuliner, atau tren pop culture untuk menghindari informasi pribadi.
Samarkan Rutinitas Harian. Hindari memberikan detail alamat lengkap atau rute tetap yang berpotensi menjadi celah stalking.
Terapkan Mode "Pikir Dua Kali". Sadari bahwa keramahan tidak wajib dibarengi dengan menceritakan masalah pribadi.
Trik Re-routing Pembicaraan. Tanggapi pertanyaan terlalu personal dengan jawaban menggantung dan alihkan kembali dengan pertanyaan umum.